Kombinasi Pengolahan Biologis dan Fitoremediasi dalam Mendegradasi Ammonia Pada Pengolahan Air Limbah Lindi
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan memiliki kadar ammonia yang tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Pengolahan air lindi secara biologis melalui kombinasi microbial treatment dan fitoremediasi menjadi salah satu solusi alternatif yang ramah lingkungan dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kombinasi tanaman Typha angustifolia dan konsorsium bakteri endofit (Bacillus velezensis, Bacillus cereus, dan Staphylococcus xylosus) dalam menurunkan kadar ammonia dari air lindi dan mengetahui efektivitas metode kombinasi pengolahan biologis dan fitoremediasi dalam mendegradasi kadar Ammonia. Metode penelitian menggunakan sistem reaktor yang terdiri dari unit anaerobik, aerobik, clarifier, floating treatment wetland (FTW), dan constructed wetland (CW), baik dengan maupun tanpa penambahan bakteri. Pengujian dilakukan pada tiga variasi konsentrasi air lindi (20%, 50%, dan 100%) selama 63 hari. Parameter yang dianalisis meliputi kadar ammonia, DO, MLSS, SV30, dan suhu, dengan pengukuran ammonia menggunakan spektrofotometer sesuai SNI 06-6989.30- 2005.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi fitoremediasi dan microbial treatment mampu menurunkan kadar ammonia secara signifikan. Efisiensi tertinggi dicapai pada reaktor constructed wetland non-bakteri dengan konsentrasi air lindi 20%, yaitu sebesar 99,9%. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, efisiensi menurun namun tetap menunjukkan performa pengolahan yang baik. Kombinasi metode ini terbukti efektif dan berpotensi menjadi sistem pengolahan air lindi yang ekonomis dan berkelanjutan.