<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Stabilitas Timbunan dengan Perkuatan Geotekstil Menggunakan Program Plaxis V20 (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Jalan Tol Cibitung -cilincing Sta 4+600)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Proyek pembangunan Jalan Tol Cibitung – Cilincing terletak pada Provinsi Jawa Barat yang bertujuan untuk meningkatkan mobilitas pada sektor industri untuk menunjang produktivitas. Kondisi tanah asli dan timbunan pada proyek ini sangat beragam. Pada pembangunan jalan tol tersebut terdapat banyak lereng timbunan tanah untuk jalan. Timbunan lereng yang dilakukan penelitian di khususkan pada lokasi ruas tol Cibitung – Cilincing Sta. 4+600 dengan tinggi lereng yang bervariasi mulai dari 5m sampai 9m. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai angka aman (SF), konsolidasi yang terjadi selama 365 hari, dan untuk mengetahui pengaruh adanya perkuatan geotekstil pada timbunan. Analisis stabilitas timbunan ini dilakukan perhitungan dengan metode elemen hingga menggunakan program komputasi Plaxis V20. Penelitian ini menggunakan variasi analisis tinggi timbunan lereng 5m, 7m, dan 11m. Untuk perencanaan perkuatan pada timbunan menggunakan jenis geotekstil woven UW-250 produksi dari PT. Teknindo Geosistem Unggul. Timbunan tanah yang aman adalah timbunan yang memenuhi angka aman yang di syaratkan yaitu ≥ 1,5. Timbunan yang tidak aman kemudian akan diberi perkuatan geotekstil. Tahap awal adalah menganalisis timbunan tanah asli yang tidak diperkuat dengan program Plaxis V20. Ketinggian muka air tanah terdapat di bawah lapisan tanah keras sesuai parameter pada data yang didapat. Hasilnya nilai angka aman tanpa perkuatan geotekstil dengan beban struktur untuk timbunan 5m, 7m, dan 11m secara berturut turut yaitu 1,71; 1,54; dan 1,42. Sedangkan dengan tambahan beban gempa yaitu 1,789; 1,627; dan 1,459. Kemudian untuk perhitungan timbunan dengan perkuatan geotekstil dengan beban struktur untuk timbunan 5m, 7m, dan 11m berturut turut yaitu 4,639; 3,5; dan 2,792. Sedangkan dengan tambahan beban gempa yaitu 1,851; 1,676; dan 1,520. Untuk hasil penurunan konsolidasi pada variasi timbunan 5m, 7m, dan 11m tanpa perkuatan berturut-turut yaitu 0,1579m; 0,1928m; dan 0,2120m. Dan besar penurunan konsolidasi pada variasi tinggi timbunan 9m dengan perkuatan geotekstil didapatkan nilai sebesar 0,2118m

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By