<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kepadatan Serabut Kolagen Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Tikus (Rattus novergicus)

dc.Identifier.NIM13711015
dc.contributor.advisordr. Zainur Sabta Nugraha, M.Sc.
dc.contributor.advisordr. Uhkti Jamil Rustiasari, Sp.PA.
dc.contributor.authorAtika Putri Paranadia
dc.date.accessioned2021-10-12T05:34:07Z
dc.date.available2021-10-12T05:34:07Z
dc.date.issued2017
dc.description.abstractLatar Belakang : Luka merupakan hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Proses penyembuhan luka yang cepat sangat dibutuhkan untuk segera memperbaiki struktur jaringan sehingga fungsi dari kulit dan jaringan lunak tersebut dapat normal kembali. Penyembuhan luka dapat diamati secara histologis salah satunya dengan memantau jumlah atau kepadatan serabut kolagen. Tanaman Kelor (Moringa oleifera) mempunyai kasiat terapi dan telah digunakan oleh orang-orang jaman dahulu untuk merawat kulit termasuk dalam penyembuhan luka. Di Indonesia tanaman Kelor belum banyak digunakan untuk pengobatan. Oleh karena itu, perlu diteliti lebih banyak untuk pemanfaatan yang maksimal. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kepadatan serabut kolagen dalam proses penyembuhan luka incisidalampada tikus putih jantan (Rattus novergicus) Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni. Subjek penelitian ini adalah Rattus novergicus yang dibagi menjadi 2 kelompok besar, kelompok A dan kelompok B. Kelompok A dilakukan dekapitasi 5 hari pasca incisi. Kelompok A terbagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol (K1), Kelompok perlakuan dengan dosis 25 mg/hari (P1), Kelompok perlakuan dengan dosis 50 mg/hari (P2), Kelompok perlakuan dengan dosis 100 mg/hari (03). Kelompok B dilakukan dekapitasi 14 hari pasca incisi. Kelompok B terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok kontror (K2) dan Kelompok perlakuan dengan dosis 100 mg/hari (P4). Jaringan kulit kemudian dibuat kedalam blok parafin dengan pewarnaan hematoxilin dan eosin (HE) sebagai pewarnaan utama dan mallory aniline blue sebagai pewarnaan penunjang. Hasil pengamatan dianalisa menggunakan one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post-hoc. Hasil : Terdapat perbedaan signifikan kepadatan serabut kolagen pada kelompok K1 dan P2 dengan p=0.028, K1 dan P3 dengan p=0,003, serta P1 dan P3 dengan p=0,044. Kesimpulan : Pemberian ekstrak etanol Moringa oleifera dosis 50mg/hari dan 100 mg/hari dapat meningkatkan kepadatan serabut kolagen 5 hari pasca incisi pada luka dalam Rattus novergicus. Kata Kunci : Moringa oleifera, kepadatan serabut kolagen, penyembuhan lukaen_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/33174
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMoringa oleiferaen_US
dc.subjectkepadatan serabut kolagenen_US
dc.subjectpenyembuhan lukaen_US
dc.titlePengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kepadatan Serabut Kolagen Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Tikus (Rattus novergicus)en_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Naspub.pdf
Size:
4.54 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: