<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Jejak Karbon dari Penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Energi Listrik di Terminal Jombor Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Aktivitas efek rumah kaca menimbulkan naiknya suhu pada bumi yang mana merupakan peristiwa yang sedang populer pada belakangan ini. Dimana salah satunya penyebab perubahan iklim. Fasilitas umum yang merupakan sebagai bagian dari prasarana lalu lintas angkutan jalan memiliki potensi dalam menghasilkan jejak karbon yang berasal dari bahan bakar memasak yang pada penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam aktivitas perniagaan di terminal. Selain itu, jejak karbon dapat bersumber dari energi elektrikal yang pada alat-alat elektronik dari kegiatan operasional terminal. Penelitian ini perlu dilakukan sebagai studi awal untuk mengetahui sumber emisi karbon yang terdapat di Terminal Jombor Yogyakarta. Sumber jejak karbon dikelompokan menjadi 2 bagian yaitu aktivitas penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan energi Listrik. Dalam menghitung jejak karbon menggunakan metode yang mengacu pada Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC, 2019). Hasil dari Analisis terkait sumber emisi yang dihasilkan pada aktivitas penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di sektor perniagaan tertinggi pada kios warung makan ibu Suwarni, warung makan ibu Yamsih, warung makan cak Robi, warung makan pojok, warung makan pak Wawan (PKL), Warmindo Jombor 69 dan warung makan Eco yaitu 0,17 ton CO2-eq/tahun. Kemudian, emisi penggunaan energi Listrik tertinggi di sektor perniagaan pada kios enggal jaya minimarket yaitu 6,12 ton CO2-eq/tahun serta emisi penggunaan energi Listrik tertinggi di sektor operasional terminal pada bulan Desember yaitu 1,21 ton CO2-eq/bulan atau total untuk tahun 2023 sebesar 12,04 ton CO2-eq/tahun.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By