<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Regulasi Emosi Sebagai Mediator Hubungan Self Compassion dengan Distres Psikologis Pada Emerging Adulthood

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Distres psikologis adalah ketidakstabilan kondisi individu yang berakibat pada masalah emosi, kognitif, perilaku. Distres psikologis dapat dirasakan oleh siapa saja termasuk emerging adulthood. Pada tahap perkembangan ini tugas individu semakin kompleks mulai dari menentukan pilihan hidup, sampai pada memenuhi tuntutan lingkungannya sehingga tidak semua emerging adulthood mampu memenuhi tugas perkembangan ini yang menyebabkan munculnya distres psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat regulasi emosi sebagai mediator hubungan self compassion dengan distres psikologis pada emerging adulthood. Hipotesis dalam penelitian ini adalah regulasi emosi sebagai mediator hubungan self compassion dengan distres psikologis pada emerging adulthood. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model hubungan tiga variabel yang akan dianalisis menggunakan uji analisis mediasi. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah SCS for Youth untuk mengukur self compassion, ERQ untuk mengukur regulasi emosi, dan K10 untuk mengukur distres psikologis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis mediasi menggunakan bantuan software JASP versi 0.19.1. Hasill penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi mampu menjadi mediator parsial hubungan self compassion dengan distres psikologis pada emerging adulthood dengan nilai estimate -0.016 dan nilai p <0.001. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self compassion maka akan semakin tinggi regulasi emosi yang akan berpengaruh pada tingkat distres psikologis emerging adulthood.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By