Analisis Pemberian Tindakan Revaskularisasi pada Pasien Stemi di RS PKU Muhammadiyah Gamping
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Coronary Heart Disease (CHD) menjadi penyebab utama kematian global, termasuk di Indonesia. Acute Coronary Syndrome (ACS) tipe ST segment elevation myocardial infarction (STEMI) merupakan salah satu manifestasi dari CHD. Tindakan utama dalam penanganan STEMI berupa terapi reperfusi melalui dua metode utama yaitu Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemberian obat fibrinolitik. Tujuan: Mengetahui persentase dan faktor-faktor yang memengaruhi tindakan revaskularisasi pada pasien STEMI di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data retrospektif pasien STEMI yang menjalani rawat inap di RS PKUMG pada tahun 2022–2024. Data yang diambil dari rekam medis diolah secara deskriptif untuk mengetahui tindakan revaskularisasi yang diberikan. Analisis regresi logistik digunakan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi pemberian tindakan revaskularisasi. Hasil: Sebanyak 399 pasien memenuhi kriteria dan dimasukkan dalam penelitian ini, mayoritas laki-laki (84,71%), berusia >50 tahun (80,20%), dan berpendidikan menengah (74,69%). Riwayat hipertensi ditemukan pada 42,61% pasien, diabetes melitus tipe 2 pada 21,55%. Sebagian besar pasien (82,21%) datang dalam golden period (≤6 jam). Sebanyak 46,87% menjalani PCI primer, 44,86% PCI sekunder, dan 4,01% menerima fibrinolisis tanpa PCI. Faktor yang menunjukkan hubungan dengan pemberian PCI primer adalah jenis kelamin (p = 0,04226) dan transportasi ke rumah sakit (p = 0,00203). Sementara itu, faktor yang menunjukkan hubungan dengan pemberian PCI sekunder adalah waktu kedatangan di rumah sakit (p = 0,04946). Kesimpulan: Tindakan revaskularisasi dengan PCI baik primer maupun sekunder merupakan tindakan yang paling banyak diberikan pada pasien STEMI di RS PKUMG. Jenis kelamin, moda transportasi ke rumah sakit, dan waktu kedatangan sejak onset gejala merupakan variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian tindakan PCI.