Perbandingan Kinerja Stone Matrix Asphalt (SMA) Dengan Metode Pencampuran Konvensional dan Metode Pencampuran Dua Tahap
| dc.Identifier.NIM | 17511126 | |
| dc.contributor.author | Mahza, Ahmad Farhan Awal | |
| dc.date.accessioned | 2024-01-09T08:50:13Z | |
| dc.date.available | 2024-01-09T08:50:13Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Stone Matrix Asphalt (SMA) memiliki sifat lentur, kedap akan air, tahan geser, tahan temperatur tinggi, dan menahan beban lalu lintas. Namun, Aspal yang memiliki kandungan tinggi perlu bahan tambah guna menyeimbangkan kandungan. Bahan tambah yang digunakan adalah serat selulosa sintesis untuk meningkatkan durabilitas dan menstabilitaskan campuran aspal. Penelitian ini sebagai penentuan alternatif kinerja SMA pencampuran berbahan ikat aspal Pen 60/70 dengan membandingkan hasil karakterstik metode pencampuran konvesional dan metode pencampuran dua tahap. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan berpedoman pada SNI dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Data dikumpulkan melalui pengujian laboratorium diawali dengan pengujian sifat fisik material pada agregat dan aspal. Dilanjutkan dengan penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO) dengan variasi kadar aspal 5,5%; 6%; 6,5%; 7%; dan 7,5%. Kemudian pembuatan sampel dengan dua jenis metode pencampuran dan pengujian Marshall Test, Index of Retained Strength (IRS), Indirect Tensile Strength (ITS), Tensile Strength Ratio (TSR), Cantabro Loss (CL), dan Asphalt Flow Down (AFD). Tahap akhir yaitu analisis dan pembahasan yang selanjutnya dapat ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaaan metode pencampuran dua tahap dapat dijadikan pilihan guna meningkatkan kinerja dan mutu campuran SMA. Dalam pengujian karakteristik Marshall Test, IRS, ITS, TSR metode pencampuran dua tahap menghasilkan nilai ketahanan yang lebih baik daripada metode pencampuran konvensional. Pada pengujian karakteristik CL dan AFD, metode pencampuran dua tahap menghasilkan nilai daya ikat aspal yang lebih baik daripada metode pencampuran konvensional. Agregat yang melapisi aspal pada metode pencampuran dua tahap dapat meningkatkan stabilitas, durabilitas, tahan terhadap geser, dan kedap air. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/46348 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Stone Matrix Asphalt (SMA) | en_US |
| dc.subject | Metode Pencampuran | en_US |
| dc.subject | Aspal Pen 60/70 | en_US |
| dc.title | Perbandingan Kinerja Stone Matrix Asphalt (SMA) Dengan Metode Pencampuran Konvensional dan Metode Pencampuran Dua Tahap | en_US |
| dc.title.alternative | Comparison of on Performance Stone Matrix Asphalt (SMA) by using of Conventional Mixing Methods and Two-stage Mixing Methods | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |