Penelitian Laboratorium Pengaruh Penggunaan Agregat dari Batu Pecah dan Batu Bulat terhadap Perilaku Campuran Beton Aspal
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Konstruksi perkerasan beton aspal yang sudah dibangun dewasa ini biasanya menggunakan agregat dari batu pecah sebagai bahan susunnya. Kenyataan bahwa di sungai sungai tertentu banyak dijumpai agregat batu bulat dengan kwalitas yang baik dan dengan ukuran partikel yang relatif sesuai untuk bahan susun beton aspal, karena itu perlu dipikirkan kemungkinan penggunaanya sebagai bahan alternatif selain batu pecah. Penelitian ini bermaksud meneliti kemungkinan tersebut dengan cara menganalisa perilaku campuran beton aspal apabila menggunakan agregat dari batu bulat. Sebagai pembanding maka dilakukan juga penelitian terhadap campu ran beton aspal yang menggunakan agregat dari batu pecah. Perilaku beton aspal tersebut diukur dari nilai-nilai stabilitas, kelelehan, rongga dalam campuran (VIM), dan persentase rongga terisi aspal (VFB) yang diketahui dengan melakukan pengujian marshal l ("Marshall Test") terhadap benda uji campuran beton aspal tersebut. Dari hasil penelitian yang kami peroleh diketahui bahwa campuran beton aspal yang menggunakan agregat dari batu pecah mempunyai nilai stabilitas, kelelehan dan VIM yang lebih tinggi daripada yang menggunakan agregat dari batu bulat dan sebaliknya untuk nilai VFB. Walaupun demikian penggunaan agregat dari batu bulat ternyata dapat menghasilkan campuran beton aspal yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan Bina Marga yaitu pada kadar aspal 5.258 % s/d 5.605 % . sedangkan agregat dari batu pecah menghasilkan campuran beton aspal yang memenuhi persyaratan pada kadar aspal 5.480 %s/d 5.689 %.