Kajian Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki pada Obat Antidislipidemia: Berdasarkan Data VigiAccess
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Dislipidemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang sering diterapi menggunakan obat antidislipidemia golongan statin dan fibrat. Penggunaan jangka panjang obat tersebut berpotensi menimbulkan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD), sehingga pemantauan keamanan obat melalui sistem farmakovigilans menjadi penting. Tujuan: Mengkaji profil ROTD pada obat antidislipidemia berdasarkan data VigiAccess serta menganalisis sinyal keamanan menggunakan metode Reporting Odds Ratio (ROR). Metode: Penelitian ini merupakan studi retrospektif deskriptif analitik menggunakan data laporan ROTD dari database WHO-VigiAccess yang diakses pada 19 Februari 2026. Obat yang dianalisis meliputi simvastatin, atorvastatin, rosuvastatin, gemfibrozil, dan fenofibrate. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap karakteristik demografis, wilayah pelapor, dan System Organ Class (SOC), serta analisis disproportionality menggunakan ROR dan 95% confidence interval (CI). Hasil: Atorvastatin memiliki jumlah laporan ROTD tertinggi. Laporan ROTD lebih banyak ditemukan pada perempuan dan kelompok usia 45-64 tahun. Golongan statin menunjukkan jumlah laporan yang lebih tinggi dibandingkan fibrat. Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat merupakan SOC yang paling sering dilaporkan. Analisis ROR menunjukkan adanya sinyal keamanan pada beberapa ROTD yang lebih sering dilaporkan pada simvastatin dibandingkan obat pembanding. Kesimpulan: Obat antidislipidemia menunjukkan variasi pola pelaporan ROTD berdasarkan jenis obat, demografi, dan sistem organ terdampak. Golongan statin memiliki jumlah laporan ROTD lebih tinggi dibandingkan fibrat, dengan gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat sebagai ROTD yang paling dominan. Pemantauan terhadap keluhan otot perlu menjadi perhatian dalam penggunaan obat antidislipidemia.