Pra Rancangan Pabrik Kimia Dimethyl Ether dari Methanol dengan Kapasitas 75.000ton/Tahun
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kebutuhan dimethyl ether makin meningkat seiring dengan peningkatan industri kimia di Indonesia. Dimethyl ether digunakan sebagai refrigerant, solvent, aerosol propellant, dan stabilizer polimerisasi. Disamping itu juga dipergunakan sebaeai intermediate dalam pembuatan dimethyl sulfida dan methyl chloride. Pabrik denean kapasitas 75.000 ton/tahun dengan bahan baku methanol 94 %. Pabrik direncanakan didirikan di Pulau Bunyu Kalimantan Timur, karena telah tersedianya sarana penunjang dengan baik. Reaktor yang digunakan adalah fixed bed multitubular, dengan kondisi operasi : temperatur 250 °C dan tekanan 11 atm dengan katalisator silica-alumina. Reaksi berlangsune pada fase uap, bersifat eksotermis, dan irreversible. Proses pembuatan dimethyl ether berlangsung dalam 3 tahap, yaitu : tahap penyiapan bahan baku, tahap dehidrasi methanol (tahap reaksi), dan tahap pemisahan dan pemurnian produk. Kebutuhan utilitas : air sebanyak 80.016,4921 kg/jam, steam sebanyak 1616,794 kg/jam, listrik 196,4109 Kwh dan bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan generator sebesar 12,6842 It/jam, sedangkan untuk boiler sebesar 248,3283 It/jam. Pabrik ini direncanakan didirikan dengan luas tanah 5 hektar dan berbentuk Perseroan Terbatas dengan sistem organisasi line dan staff yang dipimpin oleh direktur. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 194 orang. Hasil analisa ekonomi Pra Rancangan Pabrik Dimethyl Ether diperoleh modal tetap sebesar Rp 163.377.400.189 , modal kerja sebesar Rp 173.727.010.482, keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 581.418.899.151,02 dan keuntungan sesudah pajak sebesar Rp 40.699.322.405,71, percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak 35,59% dan sesudah pajak 24,92%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 2,19 tahun dan sesudah pajak 2,86 tahun, Break Event Point (BEP) sebesar 49 17%, Shut Down Point (SDP) sebesar 30,60%, dan Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 34,71%. Berdasarkan perhitungan ekonomi maka dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak dikaji lebih lanjut untuk didirikan.