<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Penurunan Defect Pada Section Machine Cabinet Upright Piano dengan Metode Lean Six Sigma (Studi Kasus: PT Yamaha Indonesia)

dc.Identifier.NIM21522336
dc.contributor.authorAlfarizqi, Dadan Nugraha
dc.date.accessioned2025-12-05T07:39:46Z
dc.date.available2025-12-05T07:39:46Z
dc.date.issued2025
dc.description.abstractDalam era industri modern yang kompetitif, PT Yamaha Indonesia (PT YI), sebagai produsen piano, menghadapi tantangan signifikan terkait kualitas produk, khususnya tingginya jumlah produk cacat (defect) pada section Machine Cabinet Upright Piano (MCUP) model U1J. Cacat ini, terutama jenis fall back renggang, menyebabkan peningkatan biaya produksi dan waktu penyelesaian, serta mengurangi efisiensi operasional. Berdasarkan data Januari-April 2024, defect tertinggi tercatat sebesar 63% pada bulan April dengan rata-rata nilai sigma proses produksi adalah 2,88, menunjukkan masih banyak peluang terjadinya cacat dan perlunya perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama defect fall back pada section MCUP di Departemen Wood Working PT Yamaha Indonesia, serta memberikan usulan dan rekomendasi yang tepat untuk mengurangi tingkat cacat tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi Lean Six Sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan, sementara data sekunder diperoleh dari arsip internal perusahaan, khususnya data jumlah produksi dan jenis cacat pada MCUP. Alat analisis yang digunakan meliputi Pareto Chart untuk mengidentifikasi cacat dominan dan Fishbone Diagram untuk menganalisis akar penyebab masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa defect fall back renggang merupakan jenis cacat paling dominan, menyumbang 71% dari total cacat, dengan penyebab utama ketidaksesuaian ukuran jig moulder cleat. Usulan perbaikan melibatkan modifikasi jig moulder pemotongan cleat sesuai dengan drawing. Setelah implementasi perbaikan, lebar renggang berhasil diturunkan dari 2,5 mm menjadi maksimal 0,5 mm, yang masih dalam batas toleransi. Nilai sigma proses produksi meningkat signifikan dari rata-rata 2,88 (Januari-April) menjadi 3,40 (Mei-Desember), dan nilai DPMO menurun dari 90189,20 menjadi 36746,18.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/58991
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDefecten_US
dc.subjectDMAICen_US
dc.subjectLean Six Sigmaen_US
dc.subjectReworken_US
dc.titleAnalisis Penurunan Defect Pada Section Machine Cabinet Upright Piano dengan Metode Lean Six Sigma (Studi Kasus: PT Yamaha Indonesia)en_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
21522336.pdf
Size:
2.99 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: