Pola Pengobatan Penyakit Infeksi Cytomegalo Virus (CMV) pada Pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Sleman Yogyakarta pada Tahun 2001-2004
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Infeksi cytomegalovirus (CMV) adalah infeksi virus yang mengenai semua orang, umur, ras, dan latar belakang di seluruh dunia dan dapat ditularkan melalui saluran tubuh (darah, lender, cairan spinal, urin, dan sebagainya). Diperlukan perhatian khusus pada kelompok-kelompok yang rentan, yaitu bayi dan anak-anak, demikian pula pada individu yang jelas-jelas diketahui terjadi penurunan imunitas atau mendapat transplantasi organ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan penyakit Infeksi Cytomegalovirus, yang meliputi variasi diagnosis, indikasi, golongan dan jenis obat, dosis, cara pemberian, keadaan pulang, untuk mengobati penyakit infeksi Cytomegalovirus pada semua pasien yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman pada tahun 2001-2004 serta untuk mengetahui kesesuaian pola pengobatan yang dilakukan dengan literature yang ada. Bahan penelitian berupa rekam medik yang ditulis oleh praktisi medis Rumah Sakit Umum Daerah Sleman untuk pasien infeksi Cytomegalovirus di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Sleman tahun 2001-2004. Teknik pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif evaluatif yang kemudian dibandingkan dengan literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan yang diberikan untuk pasien CMV di RSUD Sleman belum sesuai dengan litelatur yang ada, hanya terdapat 32,53 %pasien yang sesuai diagnosa utama CMV, indikasi utama untuk CMV tidak ada yang tepat, jenis dan golongan obat yang banyak dipakai adalah antibiotic yaitu 82,35 %, Analgetik yaitu 64,71 %, pemberian dosis obat untuk CMV terdapat 89,91 %obat yang diberikan sesuai dengan dosis yang ada di literatur, cara pemberian untuk semua obat sesuai dengan bentuk sediaannya, keadaan pulang pasien CMV dalam keadaan sembuh terdapat 17,65 %, membaik 70,59 %, pindah ke Rumah Sakit lain 5,88 %, meninggal dunia 5,88 %.