Komplikasi Endokrin-Metabolik sebagai Indikator Prognostik Keparahan pada Infeksi Plasmodium Falciparum: Sebuah Studi Scoping Review
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang : Malaria berat dapat disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Patogenesis malaria falciparum terdiri dari sekuestrasi, rosetting, dan sitoadherensi. Ketiga proses tersebut dapat menyebabkan penurunan perfusi organ dan disfungsi organ endokrin-metabolik. Scoping review ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komplikasi endokrin-metabolik terhadap indikator prognosis infeksi P. falciparum. Metode : Sumber data yang digunakan adalah original article dengan komplikasi endokrin-metabolik pada malaria falciparum, berbahasa Inggris dan Indonesia, dan dipublikasikan tahun 2015-2022. Database yang digunakan adalah PubMed, Science Direct, Google Scholar, dan Portal Garuda menggunakan strategi Boolean search. Artikel dipilih berdasarkan alur PRISMA-ScR, selanjutnya dilakukan proses ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab tujuan review. Hasil : Didapatkan 5 artikel yang terdiri dari 3 penelitian di Indonesia, 1 di India, dan 1 di Ghana. Kelima penelitian telah membuktikan pengaruh komplikasi endokrin dan metabolik terhadap prognosis dan outcome pasien malaria berat terinfeksi P. falciparum. Malaria falciparum menyebabkan kerusakan jaringan hati atau disfungsi hati yang ditandai dengan peningkatan SGOT dan SGPT. Malaria falciparum dapat menyebabkan hiperbilirubinemia yang dapat menjadi ikterus. Komplikasi malaria berat di ginjal dapat menyebabkan uremia, gagal ginjal akut, hingga uremik enselopati. Ada atau tidaknya disfungsi organ pada pasien malaria falciparum dapat mempengaruhi prognosis pasien. Pasien dengan gangguan satu organ atau lebih akan mengalami prognosis buruk. Kesimpulan : Komplikasi endokrin-metabolik yang terjadi pada pasien malaria falciparum berat mempengaruhi indikator prognostik pasien malaria falciparum.