<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kuat Tarik Belah Dan Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Serat Potongan Limbah Banner (Analysis Of Splitting Tensile Strength And Compressive Strength Of Concrete With The Additional Of Banner Waste Fiber)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang memiliki kelebihan yakni kuat tekan yang tinggi namun memiliki kuat tarik yang rendah. Untuk memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kualitas beton tersebut, maka dapat dilakukan dengan penggunaan bahan tambah pada campuran beton. Bahan tambah dapat berupa bahan kimia ataupun alami, salah satunya yakni serat baik itu serat plastik, baja, ataupun alami yang selanjutnya disebut dengan beton serat. Penambahan bahan tambah serat potongan limbah banner dalam campuran beton diharapkan dapat memperbaiki kelemahan beton dengan meningkatkan kuat tarik belah beton dan tetap memperhatikan kuat tekan beton tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan serat potongan limbah banner sebagai bahan tambah terhadap kuat tarik belah dan kuat tekan beton serta mengetahui persentase optimal dari penambahan bahan tambah tersebut. Pada penelitian ini digunakan bahan tambah serat potongan limbah banner berukuran panjang 100 mm dan lebar 3 mm sebanyak 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% dari berat beton normal. Metode perencanaan campuran beton yang dilaksanakan mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan kuat tekan beton rencana sebesar 20 MPa. Sementara itu, pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari dan telah melalui proses perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan bahan tambah serat potongan limbah banner menghasilkan penurunan besaran kuat tarik belah dan kuat tekan beton terhadap beton normal. Penurunan tersebut disebabkan beberapa faktor antara lain ukuran serat kurang kecil, karakteristik permukaan serat licin sehingga mengakibatkan kurangnya friksi antara serat dan material beton lainnya, penyebaran serat tidak merata, dan terjadi penggumpalan serat (balling effect) dimulai dari variasi dengan persentase serat 0,75%.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By