<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pandangan Calon Pengantin Terhadap Konsep Childfree Ditinjau dari Perspektif Maqᾱṣhid Syarῑ`ah di KUA Kecamatan Pakem Sleman

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Memilih tidak menghadirkan anak dalam pernikahan atau dikenal dengan istilah childfree baru-baru ini sangat banyak diperdebatkan di kalangan masyarakat Indonesia. Kredibilitas public figure menjadi peran yang cukup besar dalam penyebaran konsep childfree, ditambah dengan media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook dan lain sebagainya dengan mudah menyebarkan informasi konsep childfree kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pandangan calon pengantin terhadap konsep childfree, dan mengetahui Pandangan tersebut jika ditinjau dari perspektif maqāṣhid Syarīah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dimana pencarian data disusun secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah calon-calon pengantin memperoleh informasi dan pemahaman tentang konsep childfree melalui media sosial seperti: Twitter, Instagram, Youtube, Tv, dan curhat teman. Menurut calon pengantin konsep childfree tidak diterima dan tidak cocok di kalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Konsep childfree tidak cocok diterapkan karena berasal dari barat yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang mayoritas masyarakatnya muslim. Konsep childfree masih konservatif terdapat pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Konsep childfree juga tidak sejalan dengan tujuan pernikahan. Pandangan calon jika ditinjau dari perspektif maqāṣhid Syarīah pandangan tersebut sesuai dengan tujuan maqāṣhid Syarī`ah terutama tentang penjagaan keturunan (ḥizh al-Nāsl) dan menjaga jiwa (ḥizh al-Nāfs). Karena salah satu tujuan dan hikmah pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan, dengan keturunan diharapkan orang tua memiliki rasa tanggung jawab dan belajar bagaimana cara mendidik, merawat anak, dan melestarikan umat manusia untuk penerus generasi bangsa.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By