Studi Penggunaan Obat Pada Pasien Neonatus Dan Bayi Di Rsud Sleman Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Pengobatan pada pediatrik lebih kompleks dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga membutuhkan banyak pertimbangan. Penelitian di beberapa negara menunjukkan tingginya kejadian permasalahan penggunaan obat berkaitan dengan dosis dan pemilihan obat. Tujuan: Studi ini menganalisis kejadian Drug Related Problems (DRPs) dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien neonatus dan bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang secara retrospektif pada pasien neonatus dan bayi yang menjalani rawat inap di RSUD Sleman Yogyakarta periode 2020-2022. Kejadian DRPs dikategorikan berdasarkan Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V9.1. Data dianalisis secara bivariat menggunakan chi-square kemudian secara multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Studi ini melibatkan 195 pasien yang terdiri dari 81,5% pasien bayi dan 18,5% pasien neonatus dengan obat terbanyak yang digunakan meliputi ampisilin, gentamisin dan salbutamol. Kejadian DRPs tertinggi berkaitan dengan pemilihan obat tidak tepat untuk neonatus dan bayi. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian DRPs yaitu usia (OR 2,371, CI 95%=1,069-5,262) dan jumlah obat (OR 0,492, CI 95%=0,258-0,939). Kesimpulan: Kejadian DRPs tertinggi berkaitan dengan keamanan pengobatan yang disebabkan oleh pemilihan obat tidak tepat sebanyak 42,6%. Jumlah obat dan usia merupakan faktor resiko terjadinya DRPs pada neonatus dan bayi. Studi ini merekomendasikan adanya kajian keamanan terkait obat-obatan yang digunakan pasien neonatus dan bayi untuk meminimalkan kejadian DRPs.