<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antara Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) Terlalu Dini dengan Kejadian Stunting pada Balita (6-59 Bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Tegal Angus Kabupaten Tangerang

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi seperti stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier seorang anak akibat berbagai faktor, salah satunya adalah kekurangan asupan nutrisi kronis. Nutrisi di awal kehidupan bayi didapatkan melalui nutrisi dari ibu saat hamil, ASI eksklusif, dan MPASI. MPASI diberikan setelah bayi mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan sejak lahir. Pemberian MPASI yang terlalu dini diyakini dapat memberikan risiko terhadap kesehatan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian MPASI terlalu dini dengan kejadian stunting Balita (6-59 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional study. Subjek penelitian adalah Balita yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus yang diambil dengan metode simple random sampling. Analisis dilakukan dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 17 dari 31 subjek stunting diberi MPASI sebelum usia 6 bulan dan 24 dari 31 subjek non stunting diberi MPASI setelah usia 6 bulan. Didapatkan p value 0,009, PR 1,923 (1,179-3,315), 95% CI. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) terlalu dini dengan kejadian stunting pada Balita (6-59 bulan) di wilayah kerja puskesmas tegal angus.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By