<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Identifikasi Potensi Bahaya pada Pekerjaan Distribusi menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment &risk Control (Hirarc) & Fault Tree Analysis (Fta) (Studi Kasus: PT PLN UP3 Yogyakarta)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Yogyakarta atau PLN UP3 Yogyakarta. Merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam penyediaan tenaga listrik untuk konsumen wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bergerak di bawah PT. PLN Jogja Jawa Tengah. Penelitian ini mengamati pekerjaan distribusi yang dilakukan PLN UP3 Yogyakarta, pekerjaan distribusi yang dikerjakan antara lain perawatan jaringan tegangan rendah dan menengah, perubahan fisik konstruksi dan pekerjaan permintaan dari pihak ketiga (konsumen). Tujuan dari penelitian ini antara lain, mengidentifikasi potensi risiko bahaya yang dapat terjadi pada pekerjaan distribusi PT. PLN UP3 Yogyakarta. Melakukan penilaian risiko bahaya keselamatan dan Kesehatan kerja yang ada pada pekerjaan distribusi PT. PLN UP3 Yogyakarta. Dan memberikan usulan pengendalian risiko keselamatan dan Kesehatan kerja yang ada pada pekerjaan distribusi PT. PLN UP3 Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah Hazard Identfication and Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan Fault Tree Analysis (FTA). Pada saat proses identifikasi bahaya menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Pekerjaan yang diteliti antara lain pekerjaan penggeseran tiang, pekerjaan rekonektor jumper & pemasangan alpijar, dan pekerjaan pemasangan konstruksi & penarikan konduktor. Dari hasil penelitian didapatkan 8 potensi bahaya dari ketiga pekerjaan tersebut dengan rincian 2 potensi bahaya dengan status extreme, 2 potensi bahaya dengan status high, 2 potensi bahaya dengan status medium, 2 potensi bahaya dengan status low. Kemudian dilakukan analisis menggunakan diagram FTA pada potensi bahaya dengan status extreme, yakni terkena sengatan listrik 20 KV dan jatuh dari ketinggian. Lalu pengendalian dilakukan menggunakan hierarchy of control dengan kelompok eliminasi, subtitusi, engineering control, administrative control dan APD (Alat Pelindung Diri).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By