Rasionalisasi Jaringan Stasiun Hujan Das Sentani, Jayapura Menggunakan Standar World Meteorological Organization dan Metode Kagan-rodda
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Data curah hujan merupakan salah satu data hidrologi yang berperan penting dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya air, sehingga diperlukan informasi data yang akurat dan representatif. Namun dalam pelaksanaannya sering terjadi ketidakakuratan data yang disebabkan oleh kesalahan dalam pemantauan dan pengambilan data. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah dan lokasi stasiun hujan yang optimal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sentani. Penelitian ini dilakukan di DAS Sentani, Jayapura. Data yang digunakan meliputi peta DAS dan data curah hujan harian. Analisis kerapatan jaringan stasiun hujan dilakukan berdasarkan standar World Meteorological Organization (WMO) dan Metode Kagan-Rodda. Kebutuhan jumlah stasiun hujan yang diperlukan di DAS Sentani berbeda-beda sesuai dengan metode yang digunakan. Berdasarkan standar WMO, DAS Sentani memiliki kondisi geografis berupa perbukitan dan dataran sehingga luas kerapatan yang direkomendasikan WMO adalah 1 stasiun hujan mewakili 100 – 250 km2
/stasiun. Lima stasiun hujan di DAS Sentani sesuai metode WMO sudah memenuhi standar minimum yang direkomendasikan dengan kerapatan 119,684 km2 /stasiun. Berdasarkan metode Kagan-Rodda, rekomendasi jumlah stasiun hujan dan persebarannya yang ditentukan oleh kesalahan perataan dan kesalahan interpolasi secara keseluruhan paling direkomendasikan menggunakan 6 stasiun hujan dengan kerapatan 99,718 km2 /stasiun.