Analisis Pengaruh Bank Finance dan Government Support Terhadap Performa UMKM dengan Mediasi Behavioral Finance dan Entrepreneurs Competency
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Bank finance dan Government Support terhadap Performa UMKM dengan mempertimbangkan peran mediasi Behavioral Finance dan Entrepreneurs Competency. UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya kompetensi wirausaha, serta adanya bias perilaku dalam pengambilan keputusan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 243 pelaku UMKM di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil uji model menunjukkan bahwa nilai R-square performa UMKM sebesar 0,678 yang berarti variabel dalam penelitian mampu menjelaskan 67,8% variasi Performa UMKM. Selain itu, nilai Q-square sebesar 0,652 menunjukkan model memiliki predictive relevance yang kuat. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Government Support berpengaruh positif dan signifikan terhadap Performa UMKM dengan koefisien sebesar 0,326 (t-statistic = 5,903; p-value = 0,000), serta Bank finance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa UMKM dengan koefisien sebesar 0,370 (t-statistic = 5,596; p-value = 0,000). Selanjutnya, Entrepreneurs Competency terbukti memediasi hubungan antara Bank finance dan Performa UMKM dengan koefisien sebesar 0,168 (t-statistic = 3,158; p-value = 0,002). Namun, Behavioral Finance tidak terbukti memediasi hubungan antara Government Support dan Performa UMKM dengan nilai P-value sebesar 0,981 (>0,05). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan Performa UMKM tidak hanya bergantung pada akses pembiayaan dan dukungan pemerintah, tetapi juga pada peningkatan kompetensi wirausaha. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM dalam menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.