<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Studi Komparasi Sistem Ekonomi Indonesia dan Sistem Ekonomi Islam Hizbut Tahrir

dc.Identifier.NIM07913008
dc.contributor.authorSyihab, Muhammad Baiquni
dc.date.accessioned2026-04-10T02:36:26Z
dc.date.available2026-04-10T02:36:26Z
dc.date.issued2010
dc.description.abstractRagamnya wacana sistem ekonomi dewasa ini, menarik perhatian penulis untuk mengetahui apakah negara Indonesia saat ini sedang menerapkan sistem ekonomi yang memiliki ciri khas tersendiri dan terpisah dengan sistem ekonomi dunia lainnya, yang oleh para ekonom bangsa ini biasa disebut dengan sistem ekonomi Pancasila, ataukah indonesia saat ini sedang mengadopsi dan mengikuti salah satu dari sistem ekonomi dunia, yaitu sistem ekonomi Kapitalisme, Sosialisme dan ekonomi campuran. Tumbuh berkembangnya wacana ekonomi Islam mengusik peneliti untuk mengetahui ekonomi Islam dalam tataran sistem, yang membuatnya sepadan dengan sistem ekonomi lainnya yang juga berbentuk sistem. Hizbut Tahrir adalah organisasi masyarakat Islam yang mengusung ide sistem ekonomi Islam dalam ranah politik, sebuah ide sistem ekonomi tandingan bagi sistem ekonomi Kapitalisme, Sosialisme maupun campuran yang juga dalam naungan sistem politik. Sebab ide utama yang diperjuangkan Hizbut Tahrir adalah negara Khilafah Islamiyah yang menuntut adanya sistem ekonomi didalamnya. Sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sistem ekonomi Islam perspektif Hizbut Tahrir tersebut, yang kemudian diperbandingkan dengan sistem ekonomi Indonesia. Pembedaan sistem ekonomi Indonesia dan sistem ekonomi Islam perspektif Hizbut Tahrir tersebut diukur melalui masalah pokok ekonomi menurut pakar ekonomi klasik maupun modern, yaitu masalah sistem produksi, distribusi dan sistem konsumsi. Selain itu perbedaan juga diambil menurut sistem moneternya, kemudian juga oleh sebab perbandingan ekonomi dalam tataran sistem politik maka penilitian ini juga menyajikan perbandingan struktur APBN menurut perspektif keduanya. Hasil penelitian menyebutkan bahwa sistem ekonomi Islam perspektif Hizbut Tahrir berbeda sama sekali dengan sistem ekonomi Indonesia, baik dari sistem produksi, distribusi, konsumsi, sistem moneter maupun dari struktur APBN-nya. Adapun sistem ekonomi Indonesia yang sering disebut dengan sistem ekonomi Pancasila tampak bahwa indonesia menerapkan sistem ekonomi campuran, namun karakteristik sistem ekonomi campuran ini adalah terletak pada pandangan ekonomi rezim penguasanya. Apabila pandangan ekonomi penguasanya sedang ke arah salah satu sistem ekonomi tertentu, maka kebijakan ekonominya akan mengikuti pandangannya, dan mulai pada Orde Baru hingga era reformasi saat ini pandangan ekonomi Indonesia tampak condong ke arah Kapitalisme.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/61316
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSistem Ekonomien_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectHizbut Tahriren_US
dc.subjectIslamen_US
dc.titleStudi Komparasi Sistem Ekonomi Indonesia dan Sistem Ekonomi Islam Hizbut Tahriren_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
07913008.pdf
Size:
5.61 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: