Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu untuk Mempertahankan Eksistensi Media Cetak di Era Digital (Studi Pada Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Fenomena perkembangan teknologi digital yang mengakibatkan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat dari media cetak ke media digital. Hal ini menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan media cetak, termasuk Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat sebagai media cetak tertua yang telah beroperasi sejak 27 September 1945. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran terpadu yang diterapkan Kedaulatan Rakyat dalam mempertahankan eksistensinya di era digital dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam implementasi strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif deskriptif dengan pendekatan studi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan lima narasumber (karyawan divisi periklanan, divisi sirkulasi, agen resmi, dan pelanggan setia), observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kedaulatan Rakyat menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui enam elemen : pemasaran langsung (sistem keagenan dengan 150 agen resmi,gathering), promosi penjualan (sampel gratis, potongan harga iklan, kalender tahunan), hubungan masyarakat (kerja sama institusi, berita berbayar), penjualan perorangan (metode door-to-door), event marketing, dan periklanan multi-channel. Kedaulatan Rakyat juga mengimplementasikan strategi STP dengan segmentasi demografis yang jelas (usia 40+ dan menengah ke atas), targeting institusi dan perumahan potensial, serta positioning kuat sebagai media lokal terpercaya dengan struktur rubrikasi berbasis wilayah. Implementasi marketing mix 7P yang komprehensif mencakup pengembangan produk digital (krjogja.com dan e-paper), stratifikasi harga, jaringan distribusi yang luas, promosi terintegrasi, pengembangan SDM, sistem layanan terstruktur, dan physical evidence yang kuat. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterlambatan adaptasi teknologi digital, masalah pengelolaan pembayaran dari jaringan agen, ketidakstabilan layanan distribusi, dan penurunan minat baca media cetak. Kesimpulan yang didapatkan yaitu Kedaulatan Rakyat berhasil mempertahankan eksistensinya di era digital melalui penerapan strategi komunikasi pemasaran terpadu yang komprehensif, mempertahankan loyalitas pembaca, dan mengembangkan platform digital (krjogja.com dan e-paper) sambil tetap memfokuskan pada kekuatan utamanya sebagai penyedia berita lokal yang mendalam dan terpercaya.