<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penambahan Kapur dan Serbuk Gypsum Terhadap Nilai Daya Dukung Pada Tanah Lempung

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Dalam bidang teknik sipil, penggunaan tanah lempung dalam konstruksi sering menimbulkan masalah seperti retakan, permukaan jalan tidak rata, dan pondasi terangkat. Hal ini karena tanah lempung kurang ideal untuk konstruksi akibat daya dukung rendah, sifat kohesif, indeks plastisitas tinggi, dan kembang-susut signifikan. Penelitian ini mengkaji pengaruh penambahan kapur dan serbuk gypsum serta waktu pemeraman dan perendaman terhadap nilai CBR dan pengembangan tanah (swelling). Pengujian meliputi sifat fisik tanah, seperti kadar air, berat volume, berat jenis, analisis granular, batas Atterberg, dan uji Proctor. Dilakukan juga pengujian CBR Unsoaked (tanpa perendaman) dengan pemeraman 7 dan 14 hari, serta CBR Soaked (dengan perendaman) selama 4 hari, menggunakan kapur (3%, 5%, 10%) dan gypsum konstan 10%. Selain itu dilakukan pula pengujian pengembangan (swelling). Hasil penelitian menunjukan tanah asli diklasifikasikan OH menurut sistem USCS dan A- 7-5 menurut sistem AASHTO, yang mengindikasikan tanah dengan sifat lempung yang memiliki kualitas sedang hingga buruk. Nilai CBR tanah asli unsoaked adalah 11,625% dan CBR soaked 2,687%. Penambahan kapur dan gypsum dapat meningkatkan nilai CBR secara signifikan. Semakin banyaknya penambahan kadar kapur maka, semakin meningkat nilai CBR menjadi 62,517% dan jika ditambahkan gypsum nilai CBR akan meningkat menjadi 96,617%. Tidak hanya bahan yang berpengaruh terhadap kenaikan nilai CBR, waktu pemeraman juga berpengaruh terhadap kenaikan nilai CBR, semakin lama waktu pemeraman maka semakin tinggi nilai CBR, nilai CBR tertinggi berada pada hari pemeraman ke 14. Pada parameter nilai pengembangan tanah (swelling), banyaknya penambahan kapur dan waktu pemeraman yang lebih lama, dapat mengurangi nilai swelling hingga 0,003%, karena kekuatan tanah meningkat seiring waktu, sehingga mengurangi potensi pengembangan tanah.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By