<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

PENGARUH PENERAPAN BREATHING WALL TERHADAP KINERJA TERMAL BANGUNAN (STUDI KASUS: GEDUNG SERBAGUNA UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Kondisi iklim yang semakin berubah akibat dari pemanasan global yang disebabkan oleh penggunaan energi fosil secara terus menerus sehingga terdapat efek rumah kaca. Salah satu cara dalam memberikan solusi terhadap kenaikan suhu adalah dengan pendekatan desain bangunan yang memaksimalkan potensi iklim di Indonesia yaitu apakah dengan penerapan breathing wall/dinding bernfas guna memaksimalkan kinerja termal bangunan. penelitian ini adalah mengambil studi kasus pada ruang serbaguna yang ada pada Gedung serbaguna Universitas Islam Lamongan. Terdapat beberapa model pengujian yaitu model eksisting dan model tipe bukaan sejajar prosentase 40-80% dari selubung bangunan untuk dapat mengetahui konfigurasi prosentase dinding bernafas yang mampu memberikan pengaruh terhadap kinerja termal bangunan dengan metode simulasi menggunakan softwere Autodesk CFD 2021. Metode analisis data menggunakan analisis komparatif serta dalam penarikan kesimpulannya menggunakan teknik sebab akibat. Hasil simulasi pada model yang ada yaitu terdapat perubahan kecepatan angin dari bangunan eksisting dengan dinding bernafas dengan konfigurasi inlet outlet sejajar mampu menambah kecepatan angin hingga 12,68 cm/s, semakin besar prosentase luas bukaan tidak selalu memberikan rata rata angin yang tinggi, melainkan memberikan kesan lebih berangin pada keseluruhan bangunan daripada prosentase yang lebih kecil, dan dalam proses desain yang mengaplikasikan dinding bernafas cukup menggunakan prosentase 40-60% sehingga hasil desain lebih efektif dan efisien.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By