Kajian Potensi dan Efek Toksisitas Asam Lemak Omega-3 Ikan Sebagai Agen Kemopreventif pada Kanker Kolorektal
| dc.Identifier.NIM | 19711049 | |
| dc.contributor.author | Syavitri, Indah | |
| dc.date.accessioned | 2025-05-15T06:43:59Z | |
| dc.date.available | 2025-05-15T06:43:59Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.description.abstract | Latar Belakang : Kanker kolorektal merupakan keganasan usus besar dan rektum yang dipengaruhi mutasi gen, perubahan epigenetik, inflamasi lokal, dan faktor risiko gaya hidup. Kasus baru kanker kolorektal di seluruh dunia sebesar 10% dengan mortalitas sebesar 9,4% sedangkan di Indonesia menempati empat besar dalam insidensi dan mortalitas. Adanya riwayat kanker kolorektal diperlukan upaya preventif salah satunya dengan konsumsi asam lemak omega-3 ikan yang mengandung PUFAs, EPA, dan DHA. Penelitian scoping review ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap data penelitian mengenai potensi dan efek toksisitas asam lemak omega-3 ikan sebagai agen kemopreventif kanker kolorektal. Metode : Sumber data yang digunakan adalah original article terkait asam lemak omega-3 ikan sebagai agen kemopreventif pada kanker kolorektal, dipublikasikan rentang 2012-2022, dan berbahasa Inggris/ Indonesia. Database yang digunakan yaitu Ovid, ScienceDirect, Taylor & Francis, ProQuest, JSTOR, PubMed, Springer Link, Emerald Insight, EBSCO, Google Scholar, Neliti, Oneresearch, dan Portal Garuda dengan Boolean search. Artikel hasil pencarian diseleksi berdasarkan alur PRISMA-ScR. Hasil : Dari sebanyak sembilan artikel yang lolos seleksi, didapatkan bahwa asam lemak omega-3 ikan berpotensi sebagai agen kemopreventif terhadap kanker kolorektal dengan beberapa variasi rentang dosis harian dengan diimbangi gaya hidup yang baik. Dosis oral suplementasi omega-3 ikan yang berpotensi dalam rentang 96 mg – 2 gram EPA dan 360 mg – 1 gram DHA sedangkan asupan harian pada rentang 0 – 14 gram/ hari. Efek toksisitas asam lemak omega-3 ikan masih terbatas yang diberikan melalui jalur parenteral atau intravena dapat meningkatkan risiko infeksi post-operative. Adapun sediaan suplementasi oral dan dalam diet tidak dilaporkan adanya efek samping pada pasien. Kesimpulan : Asam lemak omega-3 ikan berpotensi sebagai agen kemopreventif sedangkan efek toksisitas masih terbatas pada pemberian parenteral pasien kanker kolorektal post-operative. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/55832 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Asam Lemak Omega-3 Ikan | en_US |
| dc.subject | EPA | en_US |
| dc.subject | DHA | en_US |
| dc.subject | Potensi | en_US |
| dc.subject | Toksisitas | en_US |
| dc.subject | Kemopreventif | en_US |
| dc.subject | Kanker Kolorektal | en_US |
| dc.title | Kajian Potensi dan Efek Toksisitas Asam Lemak Omega-3 Ikan Sebagai Agen Kemopreventif pada Kanker Kolorektal | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |