Gambaran Jumlah Perdarahan Saat Operasi Tonsilektomi menggunakan Metode Guillotine dan Diseksi: A Scoping Review
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Tonsilitis kronis merupakan salah satu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang paling sering terjadi dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Rekurensi tonsilitis serta penatalaksanaan tonsilitis kronis yang tidak efektif sering kali memerlukan tindakan operatif berupa tonsilektomi. Beberapa teknik tonsilektomi seperti metode guillotine dan diseksi konvensional memiliki perbedaan dalam efektivitas dan tingkat perdarahan yang ditimbulkan. Tujuan: Scoping review ini bertujuan untuk membandingkan volume perdarahan intraoperatif, persentase terjadinya komplikasi perdarahan, dan keefektifan metode operasi tonsilektomi antara teknik guillotine dan diseksi. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan scoping review menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Scoping Review (PRISMA-ScR). Artikel diperoleh dari database PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, MDPI, dan Google Scholar dengan kriteria publikasi tahun 2015–2025. Proses seleksi melibatkan tahap identifikasi, skrining, eligibilitas, dan inklusi, serta dianalisis menggunakan tabel ekstraksi data. Hasil: Sebanyak 16 penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Metode guillotine menghasilkan kehilangan darah intraoperatif yang lebih sedikit (rata-rata 39,66 mL) dibandingkan dengan metode diseksi konvensional (rata-rata 64,12 mL). Perdarahan pasca-operatif juga menunjukkan hasil yang serupa, yaitu cenderung lebih rendah pada kelompok guillotine. Metode guillotine menunjukkan waktu operasi yang lebih singkat, sedangkan tingkat nyeri pasca-operatif bervariasi antar penelitian. Kedua teknik menunjukkan Tingkat keamanan dan hasil pemulihan yang dapat diterima. Kesimpulan: Metode guillotine terbukti lebih efisien dalam mengurangi perdarahan intraoperatif dan persentase kejadian pasca-operatif dibandingkan dengan metode diseksi konvensional. Pemilihan teknik tonsilektomi sebaiknya mempertimbangkan kondisi klinis pasien, pengalaman operator, serta fasilitas yang tersedia.