Formulasi Nanoemulgel Kombinasi Minyak Tamanu (Calophyllum Inophyllum L.) dan Minyak Biji Anggur (Vitis Vinifera L.)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Minyak tamanu diketahui mampu menyembuhkan luka, sedangkan minyak biji anggur sebagai agen antioksidan. Kombinasi keduanya memberikan efek sinergis dalam mempercepat penyembuhan luka. Namun, sediaan topikal seperti nanoemulsi memiliki durasi kontak dengan kulit yang singkat sehingga bioavailabilitasnya rendah. Pengembangan menjadi nanoemulgel dapat mengatasi keterbatasan ini, dimana konsentrasi gelling agent menjadi faktor penting yang mempengaruhi karakteristik sediaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh konsentrasi gelling agent terhadap karakteristik nanoemulgel kombinasi minyak tamanu dan minyak biji anggur.
Metode: Minyak tamanu dan minyak biji anggur diidentifikasi menggunakan GC- MS. Nanoemulsi dibuat menggunakan 4% minyak tamanu; 1% minyak biji anggur;
2,5% capryol 90; 37,5% tween 80; 5% PEG 400; 0,1% DMDM hydantoin, dan ad akuades 100%. Karakterisasi nanoemulsi meliputi %transmitan, ukuran partikel, PI, dan zeta potensial. Nanoemulgel dibuat dengan penambahan gelling agent (flocare SK 425) dalam sembilan variasi konsentrasi (F1–F9) ke nanoemulsi. Karakterisasi nanoemulgel meliputi uji organoleptis, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Tiga formula terbaik diuji stabilitas selama empat minggu. Hasil: GC-MS menunjukkan kandungan senyawa dari minyak tamanu meliputi dehydrofukinone, pentacyclo tetradecane, 3-ethyl-3 hydroxy-5alpha androstan-17 one, valerenal, valerenic acid, valerenol, dan androstenedione. Identifikasi pada minyak biji anggur menghasilkan senyawa meliputi aromadendrene, epimethandienone, anticopalic acid, dan ethyl heptadecanoate. Nanoemulsi yang dihasilkan memiliki transmitan 99,52%, ukuran partikel 11,93 nm, PI 0,12, dan zeta potensial -28,60 mV. Nanoemulgel yang menjadi formulasi terbaik adalah F6 dengan konsentrasi gelling agent 2,4% memiliki karakteristik organoleptis baik; daya sebar 5,00±0,10 cm; daya lekat 3,56±0,68 detik; viskositas 3.747±107 cPs; pH 5,66±0,30; dan stabil berdasarkan uji stabilitas dipercepat. Kesimpulan: Konsentrasi gelling agent dan nanoemulsi berpengaruh secara signifikan karakteristik nanoemulgel yang dihasilkan.