<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Kapasitas Lentur Balok Badan Terbuka (Open Web Joist) Kantilever

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Balok badan terbuka (open web joist) dan profil C bentukan dingin (cold formed) banyak digunakan sebagai pemikul beban untuk atap maupun lantai yang relatif ringan. Pola kegagalan pada balok badan terbuka kantilever berupa bahaya tekuk lokal dan tekuk puntir lateral. Profil C canai dingin memiliki penampang relatif langsing dimana rasio lebar dan tebal (b t) yang besar sehingga rawan terhadap tenadinya tekuk lokal (local buckling) baik pada sayap maupun pada badan. Sedangkan tekuk puntir lateral (lateral torsional buckling) merupakan rasio panjang dan jari-jari girasi (lb ry) yang dapat terjadi sebagai akibat panjang bentang yang tak-berpenopang lateral relatif besar, sehingga struktur kantilever yang mana pada salah satu ujungnya didukung dan ujung lainnya bebas akan rawan terhadap terjadinva tekuk puntir lateral. Penelitian eksperimental balok badan terbuka kantilever bertujuan memperoleh gambaran tentang perilaku lentur berdasarkan hubungan beban-lendutan (P-∆) defleksi-lateral dan momen-kelengkungan (M-∅) yang terdiri dari empat benda uji dengan panjang tak-berpenopang lateral 1500 mm sebagai variasi 1 dan panjang tak-berpenopang lateral 1800 mm sebagai variasi 2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa panjang tak-berpenopang 1800 mm sebagai variasi 2 mengalami penurunan kekuatan (dari tinjauan hubungan beban-lendutan dan hubungan defleksi-lateral 19,091 % dan dari tinjauan hubungan momen-kelengkungan 1,818 %), kekakuan (dan tinjauan hubungan beban-lendutan 15 069 % dan tinjauan hubungan defleksi-lateral 55,252 % dan dari tinjauan hubungan momen-kelengkungan 19,030 %). Daktalitas simpangan pada Lb yang lebih panjang mengalami peningkatan (dari tinjauan hubungan beban-lendutan 4.,59 % dan dan tinjauan hubungan defleksi-lateral 55,835%), sedangkan nilai daktalitas kelengkungan mengalami penurunan. (dari tinjauan hubungan momen-kelengkungan 3,394 %). Kata Kunci: • penampang relatif langsing tekuk lokal panjang tak-berpenopang lateral relatif besar tekuk puntir lateral

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By