<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Efek Moderasi Efikasi Diri Kerja Pada Hubungan Antara Tuntutan Kerja dan Keterpikatan Kerja Pada Karyawan Perusahaan Garmen

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan perlu memiliki sumber daya manusia yang memiliki keterpikatan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran tuntutan kerja terhadap keterpikatan kerja dengan efikasi diri kerja sebagai moderator pada perusahaan garmen. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 411 orang karyawan pada sebuah perusahaan Garmen di kota Bandung. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan The Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) untuk mengukur keterpikatan kerja, Job Demands Resources Scale (Overload) untuk mengukur tuntutan kerja dan Short Version of the Occupational Self-Efficacy Scale untuk mengukur efikasi diri kerja. Metode analisis yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan software JASP versi 0.17.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan kerja signifikan berpengaruh terhadap keterpikatan kerja (p-value= <.001). Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa efikasi diri kerja secara signifikan memoderasi hubungan antara tuntutan kerja dan keterpikatan kerja karyawan (p-value= 0.035). Penelitian ini dapat memberikan gambaran terkait pentingnya efikasi diri kerja karyawan untuk meningkatkan keterpikatan kerja dalam menghadapi tuntutan kerja. Sehingga diharapkan bagi perusahaan agar dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk mengembangkan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan efikasi diri kerja karyawan guna menjaga keterpikatan kerja ketika menghadapi tuntutan kerja.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By