<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Status Pekerjaan dan Pengetahuan tentang Manajemen Laktasi terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakarta

dc.contributor.authorAdelia, Wahda Syafa
dc.date.accessioned2018-10-12T08:48:58Z
dc.date.available2018-10-12T08:48:58Z
dc.date.issued2017
dc.description.abstractLatar Belakang : ASI eksklusif memberikan banyak manfaat, namun hal tersebut belum sejalan dengan pencapaian ASI eksklusif Indonesia yang masih dibawah target.Status Pekerjaan Ibu (SPI) dan Pengetahuan Manajemen Laktasi (PML) diyakini sebagai faktor yang cukup mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan antara SPI dan PML terhadap Pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo, Yogyakarta Metode Penelitian : Penelitian crossectional melibatkan 81 orang ibu yang memiliki anak berusia 6 -24 bulan tanpa kelainan kongenital dan ibu tidak memiliki gangguan kesehatan yang menghalangi pemberian ASI. Responden merupakan anggota Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo yang terpilih secara cluster random sampling. Variabel SPI, PML dan pemberian ASI eksklusif diukur dengan menggunakan kuesioner. Analisa hubungan SPI dan PML terhadap pemberian ASI eksklusif dilakukan dengan uji chi square dengan mengontrol usia, pendidikan, paritas, cara bersalin, dan penolong persalinan. Hasil : Dominansi responden berusia ≤ 35 tahun (78%), multipara (58%) ,berpendidikan menengah atas-tinggi (81%), persalinan normal (73%) dan persalinan ditolong dokter (58%), tidak bekerja (73 %) dan memiliki PML tinggi (64%). Penelitian ini menunjukkan bahwa ibu tidak bekerja berisiko 1,25 kali lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif (OR = 0,8; IK 95% = 0,30- 2,29). Ibu dengan PML rendah 2,2 kali lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif (OR = 2,2 ; IK 95 % =0,87-5,59). Paritas ternyata bermakna secara statistik terhadap pemberian ASI eksklusif ( OR = 2,6 ; IK95% = 0,39 – 2,94). Kesimpulan : Ibu bekerja dan PML rendah berisiko untuk tidak memberikan ASI eksklusif, tetapi hal tersebut tidak bermakna secara statistik. Petugas kesehatan hendaknya memberi perhatian lebih pada primipara demi suksesnya program ASI eksklusif.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/11160
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStatus pekerjaanen_US
dc.subjectPengetahuan Manajemen Laktasien_US
dc.subjectPemberian ASI eksklusifen_US
dc.titleHubungan Status Pekerjaan dan Pengetahuan tentang Manajemen Laktasi terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakartaen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 10
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01 cover_Page_01.jpg
Size:
248.11 KB
Format:
Joint Photographic Experts Group/JPEG File Interchange Format (JFIF)
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01 preliminari.pdf
Size:
815.34 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03.1 bab 1.pdf
Size:
234.32 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03.2 bab 2.pdf
Size:
283.09 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03.3 bab 3.pdf
Size:
339.77 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: