Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerjaan Terowongan dengan Metode Tunnel Boring Machine (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jalur Bawah Tanah Mass Rapid Transit Jakarta)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Proyek pembangunan terowongan merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko yang tinggi. Dengan peralatan, situasi lingkungan, serta beberapa pekerjaan yang dilakukan dapat menimbulkan bahaya bahkan kecelakaan bagi pekerja di sekitarnya. Salah satu bentuk upaya dalam mengurangi dan menghindari timbulnya kecelakaan kerja adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang menjadi acuan disiplin ilmu yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja di suatu instansi maupun perusahaan. Hazard Identification, Risk Assesment and Determaining Control (HIRADC) adalah bentuk dari implementasi agar penerapan SMK3 dapat dijalankan dengan baik sesuai dengan syarat peraturan dari pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memahami bagaimana pengendalian bahaya pada Proyek Pembangunan Jalur Bawah Tanah Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan Metode Tunnel Boring Machine (TBM) Fase 2A pada CP201. Deskriptif yang dimaksud adalah memberi gambaran suatu masalah, sedangkan untuk kualitatif adalah cara yang digunakan untuk menyajikan data dari permasalahan tersebut. Dalam penilaian risiko didapatkan 32 sub pembahasan identifikasi bahaya yang berasal dari 5 variabel pembahasan tentang identifikasi bahaya pada pekerjaan tersebut, diperoleh jenis bahaya dengan tingkat risiko Kecil (K) sebanyak 31 bahaya (96,875%) dan untuk bahaya dengan tingkat risiko sedang (S) sebanyak 1 bahaya (3,125%), serta tidak ditemukan bahaya dengan tingkat risiko besar (B).