<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Dampak Implementasi Konvensi Basel Terhadap Perlindungan HAM di Negara Berkembang Dalam Perspektif Hukum HAM Internasional

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekspor limbah berbahaya dari negara maju ke negara berkembang terhadap perlindungan hak asasi manusia (HAM), serta mengidentifikasi tantangan dan peluang negara berkembang dalam mengimplementasikan Konvensi Basel. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa instrumen hukum internasional, literatur ilmiah, serta laporan resmi terkait perpindahan lintas batas limbah berbahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor limbah berbahaya memberikan dampak signifikan terhadap hak atas kesehatan, hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat, serta hak untuk hidup layak di negara berkembang. Keterbatasan infrastruktur, lemahnya regulasi, dan ketimpangan ekonomi memperparah risiko pelanggaran HAM. Meskipun Konvensi Basel memberikan kerangka pengaturan melalui mekanisme Prior Informed Consent (PIC), berbagai celah hokum, termasuk praktik penyamaran limbah sebagai barang daur ulang masih menjadi hambatan utama. Tantangan terbesar negara berkembang meliputi kapasitas teknis yang rendah, pengawasan lemah, serta ketergantungan ekonomi. Namun demikian, amandemen e-waste 2022 serta meningkatnya kesadaran internasional membuka peluang penguatan perlindungan HAM melalui harmonisasi regulasi dan peningkatan kerja sama global.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By