Analisis Tingkat Kesadaran Keamanan Siber Pada Pengguna Aktif Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Peningkatan penggunaan E-wallet di Daerah Istimewa Yogyakarta terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun banyak kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan, ada pula berbagai risiko keamanan yang mengancam pengguna. Mengingat bahwa faktor manusia memainkan peran penting dalam dunia siber dan informasi, kesadaran tentang keamanan menjadi sangat krusial. Dengan menggunakan data primer dari survei online yang melibatkan 328 pengguna E-wallet di daerah tersebut, studi ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesadaran keamanan siber dalam penggunaan E-wallet serta menganalisis seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki pengguna, dampaknya terhadap kebiasaan, dan perbedaan tingkat kesadaran berdasarkan faktor demografis seperti usia, lokasi (kabupaten/kota), pendidikan terakhir, dan pendapatan bulanan. Menurut pengukuran menggunakan model analisis regresi linear berganda, tingkat kesadaran keamanan pengguna E-wallet di Daerah Istimewa Yogyakarta secara umum dapat dikatakan cukup baik dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 78%. Namun, masih terdapat peluang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pengguna, terutama dalam hal keamanan PIN/Password yang memiliki skor 85%, penggunaan perangkat lunak sebesar 79%, dan pemahaman tentang keamanan internet yang masih berada di angka 71%, yang lebih rendah dibandingkan dengan kesadaran terhadap perangkat keras yang mencapai 77%. Analisis juga menunjukkan bahwa pendapatan dan pendidikan merupakan dua faktor utama yang memengaruhi tingkat kesadaran keamanan siber. Responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, cenderung memiliki kesadaran lebih baik, dimana Diploma yang berada di angka 81%. Sementara itu, faktor pendapatan menunjukkan bahwa kelompok dengan penghasilan Rp3.000.000 - Rp4.999.999 memiliki tingkat kesadaran tertinggi sebesar 79%, sedangkan kelompok dengan penghasilan di atas Rp10.000.000 memiliki skor kesadaran yang lebih rendah, yaitu 73%. Selain itu, faktor domisili juga berkontribusi pada perbedaan tingkat kesadaran keamanan siber, di mana Kabupaten Sleman memiliki tingkat kesadaran tertinggi sebesar 79%, sedangkan Kabupaten Kulon Progo menunjukkan tingkat kesadaran terendah dengan skor 74%. Temuan dari penelitian ini dapat digunakan untuk merancang berbagai intervensi atau kebijakan guna meningkatkan kesadaran keamanan di kalangan seluruh pengguna E-wallet di Daerah Istimewa Yogyakarta.