Pra Rancangan Pabrik Metil Laktat dari Asam Laktat dan Metanol dengan Kapasitas 10.000 Ton/tahun
| dc.Identifier.NIM | 21521045 | |
| dc.Identifier.NIM | 20521204 | |
| dc.contributor.author | Baraba, Raihana Abdul Aziz | |
| dc.contributor.author | Wisesa, Arya Aditya | |
| dc.date.accessioned | 2025-07-11T06:19:51Z | |
| dc.date.available | 2025-07-11T06:19:51Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Pembangunan industri kimia di Indonesia merupakan salah satu upaya strategis untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia dari luar negeri. Salah satu senyawa kimia yang berpotensi tinggi dikembangkan adalah metil laktat (C₄H₈O₃), senyawa ester cair tak berwarna dengan titik didih 144–145°C yang ramah lingkungan dan banyak digunakan sebagai pelarut biodegradable dalam industri farmasi, makanan, kosmetik, dan kimia. Pabrik metil laktat berkapasitas 10.000 ton/tahun dirancang berlokasi di Loa Tebu, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan pertimbangan kedekatan bahan baku, akses transportasi strategis, dan ketersediaan sumber air. Pabrik beroperasi selama 330 hari per tahun dan menggunakan proses reaksi esterifikasi asam laktat dan metanol dalam reaktor CSTR kontinu berkatalis asam sulfat (H₂SO₄) pada 100°C dan 4 atm, dilanjutkan tahap pemurnian melalui tiga menara distilasi. Kebutuhan bahan baku meliputi asam laktat (1.365,822 kg/jam) dan metanol (485,625 kg/jam), serta utilitas pendukung berupa air pendingin (126.122,24 kg/jam), steam (1.634,215 kg/jam), listrik (192,074 kWh), dan IDO (15,296 L/jam). Berdasarkan analisis risiko, pabrik termasuk kategori low risk secara keseluruhan, ditinjau dari kondisi operasi, dampak lingkungan, karakteristik bahan, dan kesesuaian terhadap regulasi pemerintah. Evaluasi kelayakan ekonomi menggunakan model ROI, BEP, dan DCFR menunjukkan bahwa pabrik ini menguntungkan, dengan total biaya produksi Rp 505.913.727.976 dan total penjualan Rp 624.307.495.095. Keuntungan sebelum pajak mencapai Rp 194.974.847.173,87 dan setelah pajak sebesar Rp 155.979.877.739,09. Nilai ROI sebelum pajak sebesar 36,2%, BEP 42,1%, dan DCFR 34,90% yang seluruhnya memenuhi kriteria kelayakan (ROI >11%, BEP 40–60%, DCFR >8,63%). Dengan demikian, pabrik metil laktat ini dinyatakan layak dibangun baik secara teknis maupun ekonomis. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/56837 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Asam Lakta | en_US |
| dc.subject | Metil Laktat | en_US |
| dc.subject | Pra rancang Pabrik | en_US |
| dc.subject | CSTR | en_US |
| dc.title | Pra Rancangan Pabrik Metil Laktat dari Asam Laktat dan Metanol dengan Kapasitas 10.000 Ton/tahun | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |