<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Penggantian Sebagian Agregat Halus dengan Pasir Pantai Nias Terhadap Kekuatan Beton

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Beton merupakan salah satu alternatif pilihan konstruksi yang utama karena mempunyai keuntungan seperti memiliki kekuatan yang relatif kuat, tahan terhadap cuaca, tahan terhadap api, dan beton mudah dikerjakan sesuai dengan rencana struktur. Dengan terbatasnya sumber daya alam dalam pengadaan material bangunan seperti kebutuhan pasir, serta faktor biaya pengadaan pasir yang cukup mahal, sehingga perlu adanya alternatif untuk pengganti sebagian pasir. Salah satunya dengan memanfaatkan pasir pantai sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus. Penggunaan pasir pantai sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus akan memiliki dampak positif bagi masyarakat pesisir dan kepulauan, yang kesulitan mendapat pasir yang berasal dari sungai. Pada penelitian ini digunakan pasir pantai sebagai bahan pengganti sebagian dengan variasi 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35% dari berat agregat halus yang dibutuhkan. Pengujian dilakukan untuk mengetahui persentase kadar optimum dari pasir pantai Nias berdasarkan pengujian kuat tekan beton, pengujian modulus elastisitas beton, dan kuat tarik belah beton dengan umur rencana 28 hari. Perhitungan perencanaan campuran beton menggunakan metode SNI-03-2834-2000 dengan kuat tekan rencana sebesar 21 MPa dengan benda uji berbentuk silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Hasil yang diperoleh pada pengujian kuat tekan beton dengan nilai rerata maksimal berada pada variasi B30 sebesar 31,5 MPa meningkat sebesar 6,27% dari nilai kuat tekan kontrol. Pengujian modulus elastisitas beton menggunakan metode perhitungan ASTM C- 469-94 dengan nilai rerata maksimal berada pada variasi B30 sebesar 26717,937 MPa meningkat sebesar 1831,828 MPa. Sedangkan pengujian tarik belah beton dengan nilai rerata maksimal berada pada variasi B30 sebesar 2,55 MPa meningkat sebesar 8,1% dari nilai kuat tekan. Dapat disimpulkan bahwa dari ketiga pengujian tersebut, nilai optimum yang didapatkan berada pada variasi B30. Oleh karena itu, penggunaan pasir pantai Nias sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus optimum pada kadar 30% dapat meningkatkan kuat tekan beton. Pola retakan yang dominan berupa pola retak kerucut yang menunjukkan bahwa proporsi campuran dan distribusi tekanan saat pengujian terdistribusi merata.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By