<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran NU dan Muhammadiyah dalam Diplomasi Publik di Era Presiden Joko Widodo (2014-2019)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini membahas peran Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam diplomasi publik Indonesia di era pemerintahan Presiden Joko Widodo periode (2014-2019). Rumusan masalah yang diangkat yaitu bagaimana kedua organisasi tersebut berkontribusi dalam diplomasi publik Indonesia selama periode tersebut. Sementara itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami strategi dan peran kedua organisasi dalam membangun citra Islam moderat serta mendukung kepentingan diplomasi Indonesia di tingkat internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan mengkaji berbagai dokumen, jurnal, serta laporan resmi yang relevan. Data dianalisis menggunakan konsep strategi diplomasi publik dalam mempromosikan kebebasan beragama menurut Liora Danan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki peran signifikan dalam diplomasi publik Indonesia. NU lebih berfokus pada penyebaran gagasan Islam moderat melalui konferensi dan dialog internasional seperti International Conference of Islamic Scholars (ICIS) dan International Summit of Moderate Islamic Leaders (ISOMIL). Sementara itu, Muhammadiyah lebih banyak terlibat dalam aksi nyata melalui bantuan kemanusiaan, pemberian beasiswa pendidikan, serta pembangunan infrastruktur di wilayah konflik seperti di Myanmar dan Bangladesh. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa keduanya berkontribusi dalam membangun citra Islam Indonesia yang moderat dan damai, sekaligus memperkuat soft-power diplomacy Indonesia di dunia internasional.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By