<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perilaku Balok Badan Terbuka Dengan Variasi Sudut Batang Diagonal

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penggunaan profil C canai dingin sebagai komponen struktur tekan pada bangunan banyak ditemui di lapangan. Profil C ini rawan terhadap peristiwa tekuk lokal karena elemen pelat pembentuk penampang mempunyai rasio lebar terhadap tebal relatif besar. Stabilitas struktur lentur canai dingin perlu diperhatikan karena dapat mengakibatkan kegagalan dini, yaitu keruntuhan pada tegangan yang relatif rendah. Ketidakstabilan struktur lentur dapat berupa tekuk lokal (local buckling) dan tekuk puntir lateral {lateral torsional buckling). Tekuk lokal merupakan fungsi rasio lebar terhadap tebal (b/t), sedangkan tekuk puntir lateral merupakan fungsi rasio panjang terhadapjari-jari minimum(Lb/ry). Penelitian eksperimental tiga benda uji struktur rangka batang dengan profil C canai dingin yang dihubungkan dengan batang vetikal dan diagonal menggunakan las. Tiga benda uji menggunakan variasi batang diagonal masing-masing 45°, 50°, dan 60°. Penelitian kuat lentur balok badan terbuka bertujuan untuk mempelajari perilaku struktur lentur profil C canai dingin, yaitu hubungan Beban-Lendutan (P-∆) Momen-Kelengkungan (M-∅) dan Daktilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sebelum struktur runtuh akibat pembebanan statik bertahap mengalami tiga fase, yaitu fase elastis, fase elastis-plastis, dan fase plastis. Profil C canai dingin dengan (b/t) ≥ 25 mengalami keruntuhan pada tegangan rendah, yaitu 113,833 Mpa. Hal ini disebabkan profil C mengalami tekuk lokal pada sayap. Usaha untuk menaikkan tegangan kritis dengan mengubah panjang efektif (Lk) profil C canai dingin sudah berhasil, walaupun dengan kenaikan yang relatif sangat kecil.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By