RESPONS DINAMIK 2-ARAH PADA KASUS SOFTSTORY BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK AKIBAT VARIASI KANDUNGAN FREKUENSI GEMPA (2-DIRECTION DYNAMIC RESPONSE OF SOFT STORY MULTISTORY BUILDING UNDER EARTHQUAKE FREQUENCY CONTENT VARIATIONS)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Setiap struktur bangunan mempunyai respons dinamik yang beragam sesuai dengan variasi
geometri struktur tersebut. Salah satu bentuk variasi geometri struktur adalah bangunan soft story.
Respons dinamik struktur haruslah sesuai syarat agar struktur tidak rusak. Beberapa parameter
gempa bumi yang mempengaruhi tingkat kerusakan struktur bangunan adalah percepatan tanah
maksimum (PGA), nilai spektrum respons, durasi gempa, dan kandungan frekuensi gempa.
Parameter kandungan frekuensi gempa dinilai paling berpengaruh dibandingkan parameter lainnya
(Widodo, 2001).
Penelitian ini meninjau respons dinamik dengan 2 arah pembebanan dengan menggunakan
pedoman “Percentage Combination Rule” untuk menentukan respons struktur maksimum dengan
beban 100% pada arah-arah utama pembebanan dan beban 30% pada masing-masing arah tegak
lurus beban utama pembebanan. Analisis dilakukan pada gedung 15 tingkat yang terdiri dari 2
variasi bangunan (bangunan reguler dan bangunan soft story) dan dengan variasi rekaman gempa
antara lain Duzce (frekuensi rendah), Elcentro (frekuensi menengah), Manjil (frekuensi tinggi),
kemudian analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan integrasi numerik metode Central
Different. Analisis dilakukan dengan menggunakan software MATLAB 2015a. Respons dinamik
struktur yang ditinjau meliputi simpangan horizontal, drift ratio, gaya horizontal, gaya geser dasar,
dan momen guling. Struktur bangunan direncanakan berperilaku elastik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa frekuensi rendah mengakibatkan pengaruh paling
besar sedangkan gempa frekuensi tinggi mengakibatkan pengaruh paling kecil, hal tersebut
dipengaruhi oleh tinggi atau tingkat kefleksibilitasan bangunan. Secara umum bangunan soft story
menghasilkan simpangan dan drift ratio yang lebih besar dibandingkan bangunan reguler sedangkan
secara umum bangunan reguler menghasilkan horizontal, gaya geser dasar, dan momen guling yang
lebih besar dibandingkan bangunan soft story. Perbandingan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan
nilai kekakuan kedua bangunan.