<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Perbandingan Jenis Agregat Kasar Batu Split Merapi, Batu Split Clereng, dan Batu Koral Progo Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Modulus Elastisitas Pada Beton

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Agregat merupakan salah satu material penyusun campuran beton yang berfungsi sebagai material pengisi campuran beton. Agregat kasar merupakan agregat dengan ukuran butiran-butirandengan ukuran 5-40 mm. Agregat kasar yang digunakan tentu memiliki beragam jenis. Perbedaanjenis agregat kasar ini mungkin dapat berpengaruh terhadap kualitas beton. Penulis inginmengetahui pengaruh dari perbedaan jenis agregat kasar terhadap kuat tekan, kuat tarik, danmodulus elastisitas beton, mengetahui dari ketiga jenis agregat kasar ini dapat mencapai kuat tekanrencana, serta mengetahui batu koral tidak disarankan untuk digunakan sebagai salah satualternatif pengganti agregat kasar pada campuran beton. Penelitian ini menggunakan jenis agregat kasar split Merapi, split Clereng, dan koral Progo. Benda uji penelitian yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15 cm, dantinggi 30 cm, serta jumlah sampel yang digunakan sebanyak 10 sampel untuk pengujian kuat tekandan modulus elastisitas, dan 5 sampel untuk pengujian kuat tarik belah untuk setiap jenis agregat kasar, sehingga menggunakan total 45 sampel. Pengujian pada penelitian ini adalah pengujian kuat tekan beton, kuat tarik belah beton, dan modulus elastisitas beton. Perencanaan campuran betondilakukan berdasarkan pada SNI 2834-2000 dengan mutu beton yang direncanakan yaitu 25 MPa. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis agregat kasar berpengaruh terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Hasil penelitian menunjukan, beton dengan agregat kasar jenis split Merapi menghasilkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas teoritis danpengujian tertinggi dengan nilai secara berurutan adalah 27,92 MPa, 2,57 MPa, 24824,735 MPa, dan 24990,638 MPa. Jenis agregat koral Progo memiliki nilai kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas teoritis dan modulus elastisitas pengujian terendah dengan nilai secara berurutan adalah22,43 MPa, 2,08 MPa, 22150,703 MPa, dan 22365,372 MPa. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan perbedaan karakteristik dari batu koral yang memiliki tekstur lebih halus danrongga-rongga yang lebih kecil dibandingkan dengan batu pecah.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By