Manajemen Produksi Video Dakwah Yufid Tv
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen produksi pada channel
Youtube Yufid.Tv yang mencakup proses pra produksi, produksi, serta untuk pasca produk- sia. Yufid.Tv menyediakan berbagai pilihan rekaman ceramah berbentuk video dari para ustad
dari seluruh wilayah Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pra produksi video oleh Yufid.Tv dilatarbelakangi oleh pembuatan video dakwah lain mengenai ceramah agama, dan penggunaan media sosial Youtube sebagai salah satu sosial media yang paling banyak diakses. Langkah dalam proses pra produksi Yufid.Tv penentuan tema dengan menggunakan metode brainstorming bersama tim, membuat rundown/jadwal kegiatan untuk projek yang dilakukan, membuat script yang mengacu pada tema atau judul yang hendak diproduksi, alur cerita, kondisi lapangan, penggunaan floor plan, survei lokasi. Pembuatan Concept Art oleh Yufid.Tv dengan melihat project sebelumnya, memilih penceramah yang sesuai dengan kualitas, kredibilitas, selanjutnya pembagian job description. Kendala yang dihadapi oleh Yufid.Tv dalam tahap pra produksi yaitu kesulitan mencari ide-ide terbaru, kendala teknis berupa kamera yang digunakan mati atau keadaan lapangan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan kurangnya semangat tim karena pekerjaan yang memakan waktu lama seperti membuat video sampai dini hari atau menggambil take berulang-ulang sesuai dengan yang diharapkan. Proses pelaksanaannya, Yufid.Tv melakukan produksi video dakwah berdasarkan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya atas ide yang tertuang dalam bentuk script. Persiapan dalam tahap produksi video dakwah yaitu faktor pendukung, misalnya alat yang akan digunakan dalam pembuatan video dakwah, sumber daya manusia, penceramah yang akan menyampaikan materi. Kendala utama yang dialami dalam proses produksi adalah pengambilan gambar. Dalam proses pasca produksi kendala yang dihadapi oleh Yufid.Tv adalah proses editing yang dilakukan oleh editor dikarenakan terbatasnya kemampuan yang dimiliki editor dalam proses editing, seperti kurangnya inovasi yang dituangkan dalam project pada saat melakukan editing. Koordinasi yang masih kurang dan yang terakhir yaitu evaluasi yang yang dilakukan agar video yang dihasilkan sesuai dengan apa yang diharapkan.