Religiusitas Dan Subjektif Well-Being Pada Penyandang Cacat Tubuh Non-Bawaan Di Yogyakarta
| dc.Identifier.NIM | 08320318 | |
| dc.contributor.advisor | Rr. Indahria Sulistyarini, S. Psi., MA., Psi. | |
| dc.contributor.author | Deviana Rahma | |
| dc.date.accessioned | 2022-03-30T06:37:10Z | |
| dc.date.available | 2022-03-30T06:37:10Z | |
| dc.date.issued | 2012 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara religiusitas dan subjective well-being pada penyandang cacat tubuh non-bawaan. Asumsi awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara religiusitas dan subjective well-being pada penyandang cacat tubuh nonbawaan. Semakin tinggi tingkat religiusitas maka semakin tinggi tingkat subjective well-being pada penyandang cacat tubuh non-bawaan, sebaliknya semakin lemah tingkat religiusitas maka semakin rendah pula subjective wellbeing pada penyandang cacat non-bawaan. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala religiusitas yang diadaptasi dari skala Octari (2008) dan skala subjective well-being yang disusun serndiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek dari subjective well-being yang dikemukakan oleh Diener (2000). Subjek penelitiannya adalah penyandang cacat tubuh yang bersifat non-bawaan. Korelasi product moment dari pearson menunjukkan nilai r = 0.550 dan p =0.00 (p<0.01). Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa adanya korelasi positif yang sangat signifikan antara religiusitas dan subjective well-being pada penyandang cacat tubuh non-bawaan. Kata kunci: Religiusitas, Subjective Well-Being, Penyandang Cacat Tubuh Non- Bawaan | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/36866 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Religiusitas, Subjective Well-Being, Penyandang Cacat Tubuh Non- Bawaan | en_US |
| dc.title | Religiusitas Dan Subjektif Well-Being Pada Penyandang Cacat Tubuh Non-Bawaan Di Yogyakarta | en_US |