Pengaruh Salep Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Penyembuhan Luka Iris Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus)
| dc.Identifier.NIM | 07711208 | |
| dc.contributor.advisor | dr. Zainuri Sabta Nugraha | |
| dc.contributor.author | Amijayanti, Thesa | |
| dc.date.accessioned | 2021-02-16T00:54:46Z | |
| dc.date.available | 2021-02-16T00:54:46Z | |
| dc.date.issued | 2010-09-22 | |
| dc.description.abstract | Masyarakat Indonesia terutama yang tingal di pedesaan, mempunyai kebiasaan menggunakan daun kelor (Moringa oleifera) baik sebagai obat maupun makanan. Salah satu manfaat daun kelor yang sangat penting yaitu dalam proses penyembuhan luka. Saat ini, belum ada bukti ilmiah dari daun kelor dalam hal mengobati luka iris baik pada percobaan binatang maupun manusia. Tujuan: Untuk mengetahui apakah salep daun kelor memiliki pengaruh dalam mempercepat penyembuhan luka iris pada tikus putih jantan. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental. Sampel yang diambil dikelompokkan secara acak menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus, kemudian dilukai dan mendapatkan perlakuan. Kelompok I merupakan kelompok kontrol negatif, mendapat perlakuan dengan akuades 2 ml. Kelompok II merupakan kelompok kontrol positif, mendapat perlakuan dengan Povidon Iodine 10%. Dan kelompok III merupakan kelompok dengan pemberian salep daun kelor 10%. Selanjutnya masing-masing kelompok diukur dan diamati penutupan luka pada hari ke 1-17, kemudian dilanjutkan dengan analisa data menggunakan Oneway Anova dan T-Test Post Anova. Hasil: Analisa statistik menggunakan metode analisa varian satu arah pada tingkat kepercayaan 99% (α = 0,01). Dengan tingkat kepercayaan tersebut (α = 0,01), pada tabel diperoleh F (2;9;0,01) = 8,02. Karena F-ratio > F (2;9;0,01) maka dapat diambil kesimpulan bahwa diantara lama penyembuhan luka iris kelompokkelompok perlakuan tersebut terdapat perbedaan yang bermakna. Penelitian yang dilakukan pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) ini juga menunjukkan bahwa waktu penyembuhan yang paling panjang adalah kelompok I (kontrol negatif), yaitu 16.50 ± 0.577 hari. Sedangkan dari hasil tersebut yang menunjukkan waktu penyembuhan paling pendek adalah pada kelompok III (pemberian salep daun kelor), yaitu 13.50 ± 0.577 hari. Simpulan: Salep daun kelor dapat mempercepat penyembuhan luka iris pada tikus putih jantan. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/27096 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | luka iris. | en_US |
| dc.subject | Moringa olifera | en_US |
| dc.subject | Salep daun kelor | en_US |
| dc.title | Pengaruh Salep Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Penyembuhan Luka Iris Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |