<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perancangan Micro Amphibious House dengan Pendekatan Arsitektur Apung di Semarang

dc.Identifier.NIM19512200
dc.contributor.authorPrasetyo, Cellina Nefertary
dc.date.accessioned2025-01-16T04:51:47Z
dc.date.available2025-01-16T04:51:47Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractSaat ini pemenuhan kebutuhan rumah masih mengacu pada angka backlog. Kota Semarang sendiri memiliki angka backlog kepemilikan mencapai 163.643 unit serta backlog penghunian mencapai 94.962 unit. Kawasan permukiman kumuh pesisir kecamatan Semarang Utara seluruhnya (100%) masuk kriteria buruk, karena jarak antar blok permukiman di adalah <1,5m. Pada kawasan Kampung Tambakrejo masih terdapat 96 KK yang memilih untuk menetap di bendeng-bendeng yang terletak di bawah jembatan. Warga berdalih rusunawa yang disediakan pemerintah tidak representatif dan lebih menyukai tinggal di hunian berupa perkampungan. Masalah yang muncul di kehidupan masyarakat Tambak Rejo diantaranya banjir rob dan kondisi area kampung yang sangat panas pasca pembangunan kampung nelayan. Pendekatan arsitektur apung amfibi menjadi pertimbangan dalam mengatasi masalah banjir rob yang kerap melanda kawasan Kampung Tambakrejo.en_US
dc.identifier.urirepository.uii.ac.id/handle/123456789/54411
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePerancangan Micro Amphibious House dengan Pendekatan Arsitektur Apung di Semarangen_US
dc.typeThesisen_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
19512200.pdf
Size:
9.14 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:

Collections