<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Tingkat Stres dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Pengguna Rokok Elektrik

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Merokok elektrik atau vape semakin populer di kalangan remaja sebagai salah satu cara untuk mengatasi stres, meskipun perilaku ini memiliki risiko kesehatan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok elektrik pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja pengguna rokok elektrik yang dipilih secara purposive sampling dengan rentang usia 11-24 tahun (n=158). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat stres berdasarkan skala Perceived Stress Scale (PSS) dan perilaku merokok elektrik berdasarkan skala perilaku merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan memiliki tingkat stres sedang (62.7%) dan perilaku merokok elektrik sedang (70.2%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara tingkat stres dan perilaku merokok elektrik (r = 0.66, p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat stres yang dialami remaja, semakin tinggi kecenderungan mereka untuk menggunakan rokok elektrik sebagai mekanisme koping. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya intervensi yang lebih efektif dalam mengatasi perilaku merokok pada remaja dengan mempertimbangkan faktor psikologis seperti stres.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By