Efektivitas Konsorsium Bakteri Bacillus cereus, Bacillus spizizeni, dan Stenotrophomonas malthophilia Terhadap Performa Wetland dalam Mereduksi COD pada Air Limbah Tenun
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Industri tenun di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, adalah
sektor produksi yang sangat produktif, menghasilkan sekitar 37.322.128 meter kain
pada tahun 2017. Namun, produksi tinggi ini juga menyebabkan peningkatan
volume limbah cair yang tidak dikelola dengan baik, dengan sebagian besar
pengrajin membuang limbah langsung ke selokan dan sungai. Ini dapat
menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, tumor, gangguan saraf, mental,
serta penyakit menular seksual. Penelitian ini menggunakan sistem pengolahan
limbah Constructed Treatment Wetland (CTW) dan Floating Treatment Wetland
(FTW) untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuannya adalah mengevaluasi
efektivitas konsorsium bakteri Bacillus cereus, Bacillus spizizeni, dan
Stenotrophomonas malthopilia dalam mereduksi Chemical Oxygen Demand
(COD). Limbah dengan konsentrasi 25% dan 50% diolah selama 28 hari dalam
sistem batch. Variasi konsentrasi air limbah dijalankan selama 14 hari, dimulai dari
25% dan kemudian 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada reaktor FTW,
konsentrasi 25% dengan dan tanpa bakteri mampu mereduksi COD masing-masing
sebesar 74% dan 63%, sedangkan pada reaktor CTW masing-masing sebesar 41%
dan 64%. Ini menunjukkan bahwa reaktor CTW dan FTW dengan tanaman
Vetiveria zizanioides efektif dalam mereduksi COD dalam pengolahan air limbah
tenun.