Strategi Digital Marketing Communication pada Start-up Pariwisata (Studi Komparatif pada Start-up Atourin dan Bumi Journey)
| dc.Identifier.NIM | 18321136 | |
| dc.contributor.author | Kusumadewi, Rahmalia | |
| dc.date.accessioned | 2024-10-30T02:16:25Z | |
| dc.date.available | 2024-10-30T02:16:25Z | |
| dc.date.issued | 2022 | |
| dc.description.abstract | Seiring dengan popularitasnya di Indonesia, rupanya risiko yang turut dihadapi oleh start-up juga cukup tinggi. Start-up harus mampu untuk memilah dan menggabungkan saluran marketing yang tepat dan menghasilkan strategi yang tak terkalahkan untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Dalam memaknai hal ini, Atourin dan Bumi Journey sebagai objek penelitian sekaligus representasi dari salah satu sektor start-up yang mempunyai probabilitas tinggi untuk menjadi perusahaan unicorn Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital marketing communication serta implementasinya pada start-up Atourin dan Bumi Journey. Penulis menggunakan metode kualitatif komparatif untuk menganalisis implementasi dan strategi digital marketing communication pada start-up. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan key person yang merupakan Digital Marketing Manager dan Chief Executive Officer (CEO) dari Atourin serta Digital Marketing Manager dari Bumi Journey. Dari penelitian ini, dihasilkan temuan-temuan data yang dianalisis dengan menggunakan teori Chaffey & Chadwick pada bukunya di tahun 2016 yang mengatakan bahwa dalam perumusan strategi digital marketing communication dipertimbangkan tiga buah aspek, yaitu situation analysis, setting goals & objectives dan strategy formulation. Melalui penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa Atourin menjalankan jenis strategi digital marketing communication yang disebut sebagai Pull Strategies, sedangkan Bumi Journey menjalankan jenis strategi Push Strategies. Sehingga ditemui banyak perbedaan yang didapat dari analisis sembilan poin keputusan terutama pada aspek strategy formulation di antara kedua start-up. Perbedaan-perbedaan ini juga yang menjadi keunikan tersendiri dan telah sama-sama disesuaikan dengan formulasi strategi mereka dalam menjalankan digital marketing communication demi mencapai tujuan bisnis masingmasing start-up. Perbedaan jenis strategi juga tentu berkaitan dengan implementasi dari strategi tersebut. Sehingga meskipun saluran yang difokuskan dalam implementasi strategi pada kedua start-up sama, namun bagi Atourin jalannya seluruh saluran digital marketing communication tersebut utamanya terkait dengan dimensi incentive program. Berbeda dengan Bumi Journey yang dalam hal tersebut akan terlebih dahulu mempertimbangkan dimensi cost atau transaction dalam penggunaan saluran digital marketing communication. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id/handle/123456789/53408 | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | Digital Marketing | en_US |
| dc.subject | Start-up | en_US |
| dc.subject | Marketing Communications | en_US |
| dc.subject | Atourin & Bumi Journey | en_US |
| dc.title | Strategi Digital Marketing Communication pada Start-up Pariwisata (Studi Komparatif pada Start-up Atourin dan Bumi Journey) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |