<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Regulasi Emosi Sebagai Mediator Self-Compassion Dan Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

DOI

Abstract

Mahasiswa memiliki tugas perkembangan sekaligus tugas akademik yang beragam. Hal ini membuat mahasiswa menjadi rentan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan stres pada mahasiswa tingkat akhir dengan dimediasi oleh regulasi emosi. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan tiga variabel. Pengumpulan data menggunakan skala The SelfCompassion Scale, Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), dan Perceived Stress Scale (PSS). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis mediasi dengan menguji hubungan antara stres (variabel tergantung) dengan self-compassion (variabel bebas) dan regulasi emosi faset cognitive reappraisal dan faset expressive suppression (variabel mediator). Data dianalisis menggunakan teknik mediation analysis melalui JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi faset cognitive reappraisal memediasi hubungan antara self-compassion dan stres pada mahasiswa, skor signifikansi 0.016 (p<0.01). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa regulasi emosi faset expressive suppression tidak memediasi hubungan antara self-compassion dan stres pada mahasiswa, skor signifikansi 0.737 (p>0.05). Selain itu, terdapat hubungan negatif secara langsung antara self-compassion dan stres dengan skor signifikansi sebesar <0.001 (p<0.05).

Description

Keywords

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By