Perancangan Malioboro Central Hub Sebagai Taman Kota dan Ruang Pusat Aktivitas Malioboro dengan Pendekatan Perancangan Arsitektur Regeneratif
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Jalan Malioboro di Yogyakarta merupakan landmark kota yang sangat populer di kalangan wisatawan. Keberadaannya
menarik banyak pengunjung karena menyediakan berbagai kebutuhan wisatawan dalam satu tempat. Kawasan ini juga
dijadikan Warisan Budaya Tak Benda kepada UNESCO, sehingga perlu memperhatikan pengurangan emisi yang ada di
kawasan tersebut. Salah satu upaya ialah menjadikan Malioboro kawasan tanpa kendaraan berminyak, hal ini dimulai dari
pembebasan lahan parkir yang berada di Jl Abu Bakar Ali yang kemudian akan diubah menjadi Ruang Terbuka Hijau.
Kebutuhan ruang lainnya datang dari eksisting Teras Malioboro 2 yang akan direlokasi lagi karena akan dibangun Jogja
Planning Gallery (JPG), namun tapak yang diajukan perlu dikaji ulang karena memungkinkan untuk terjadi ketimpangan
pendapatan ekonomi nantinya. Perancangan ini menjadi solusi dari kedua topik utama yang digabungkan dengan
membuat bangunan baru pada lahan bekas Parkir Abu Bakar Ali, namun tetap memenuhi kebutuhan untuk Ruang
Terbuka Hijau. Dengan variabel-variabel yang ditentukan untuk memperbaiki sejumlah emisi karbon serta Pendekatan
Arsitektur Berkelanjutan untuk diterapkan kedalam perancangan juga untuk mendapatkan desain yang berkelanjutan
pada suatu objek warisan dunia dengan memperhatikan ketentuan regulasi, konservasi, dan kebutuhan ruang.
Rancangan juga akan memenuhi kebutuhan ruang yang tersebutkan dalam RDTR sebagai fungsi sarana transportasi,
sehingga pernacangan akan memiliki kombinasi fungsi ruang terbuka hijau, transportasi hub, serta pasar. Fungsi
tersebut tersatu secara terintegritas dengan memastikan variabel dan kriteria terkait yang dibutuhkan. Penyelesaian
permasalahan arsitektur maupun non-arsitektur yang saling terhubung antara isu lingkungan, sosial ekonomi, serta sosial
budaya diselesaikan dengan menggunakkan pendekatan arsitektur regeneratif dan mengkombinasikannya dengan
arsitektur perilaku sehingga didapatkan perancangan Malioboro Central Hub yang efektif dan efisien.