Perbedaan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Sensitif Obat dan Resisten Obat Selama Fase Pengobatan menggunakan Sistem Scoring SF-36 Pada RSUD Sragen
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa Indonesia termasuk dalam negara dengan beban penyakit TB tertinggi di dunia. Selain TB sensitif obat (TB SO), kasus TB resisten obat (TB RO) juga menjadi tantangan besar dalam pengendalian TB karena pengobatannya lebih lama, kompleks, dan memiliki efek samping yang lebih berat. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aspek fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental, hubungan sosial, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan kualitas hidup antara pasien TB Sensitif Obat dan TB Resisten Obat selama menjalani pengobatan di RSUD Sragen. Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian berjumlah 41 pasien TB yang terdiri dari pasien TB-SO dan TB-RO. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner Short Form-36 (SF-36). Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji perbedaan rerata menggunakan Independent Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa data kualitas hidup pada kedua kelompok berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Uji Independent Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,187 (p > 0,05), yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kualitas hidup pasien TB Sensitif Obat dan TB Resisten Obat. Simpulan : Tidak terdapat perbedaan signifikan kualitas hidup antara pasien TB Sensitif Obat dan TB Resisten Obat