Pengaruh Beban Kerja, Tekanan Waktu, dan Tipe Kepribadian Terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan dengan Pengalaman Audit Sebagai Variabel Moderasi
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Beban Kerja, Tekanan Waktu, dan Tipe Kepribadian terhadap Kemampuan Auditor Mendeteksi Kecurangan dengan variabel moderasi Pengalaman Audit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data primer. Penelitian_ini_menggunakan model_regresi_linier berganda dengan Moderated Regression Analysis _untuk_menguji_pengaruh masing-masing_variabel_terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan. Jumlah sample yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 124 orang auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik Jakarta dan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa tekanan waktu berpengaruh negatif, semakin besar tekanan waktu auditor, maka kemampuan auditor mendeteksi kecurangan semakin menurun. Tipe kepribadian berpengaruh positif, semakin tinggi tipe kepribadian kombinasi ST (sensing and thinking) dan NT (intuition and thinking), maka kemampuan auditor mendeteksi kecurangan semakin meningkat. Menurut hasil penelitian pengalaman audit sebagai variabel moderasi mampu memperkuat hubungan antaran tekanan waktu, dan tipe kepribadian kombinasi ST (sensing and thinking) dan NT (intuition and thinking) terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan. Namun sebaliknya berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pengalaman auditor sebagai variabel moderasi tidak mampu memperkuat hubungan antara beban kerja dan kemampuan auditor mendeteksi kecurangan. Implikasi dari penelitian ini ditujukan kepada para pihak auditor sebaiknya lebih memperhatikan faktor-faktor tersebut agar mampu meningkatkan kemampuan auditor mendeteksi kecurangan. Hal ini dikarenakan untuk mencegah terjadinya kecurangan pada suatu entitas dan agar pemakai jasa auditor memiliki kepercayaan bahwa laporan keuangan yang telah di audit tidak mengandung salah saji. Penelitian selanjutnya diharapkann tidak hanya melakukan pengumpulan data dengan metode penyebaran kuesioner namun juga bisa dengan wawancara atau pertanyaan lisan.